Wellem Paulus Diduga Catut Nama Instansi Kepolisiaan Untuk Kepentingan Pribadi

  • Whatsapp

Rote Ndao, BERITA NTT.com – Welem Paulus diduga kuat telah mencatut nama Institusi kepolisian untuk kepentingan pribadinya, hal itu dilakukan Wellem Paulus berkaitan dengan laporan kasus dugaan pencemaran nama baik yang saat ini sedang ditangani oleh penyidik polres Rote Ndao.

Berdasarkan informasi yang diterima media ini, hanya untuk menakut-nakuti pihak yang ia laporkan, Wellem bahkan mengaku telah membayar penyidik agar segera menetapkan lawannya sebagai tersangka.

Bacaan Lainnya

Ia mengaku setiap kali penyidik melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang berkaitan dengan kasus yang ia laporkan, dirinyalah yang mengeluarkan biaya untuk transportasi, penginapan maupun uang makan minum.

Tidak tanggung-tanggung wellem mengaku untuk satu kali perjalanan penyidik ia harus mengeluarkan uang lebih dari lima juta rupiah guna membiayai kebutuhan penyidik.

Welem Paulus bahkan mengatakan bahwa satu minggu lagi Polisi sudah menetapkan orang yang ia laporkan (Lenci Pello) sebagai tersangka dan ditahan

“beta ( saya ) sudah tau persis, baru-baru itu hanya undangan untuk kumpul-kumpul bukti tetapi sudah cari tau semua pihak, dan polisi sudah capek ambil keterangan di kementerian lalu orang kementerian katakan bahwa hal itu tidak benar maka
Maka langsung dong bekin panggilan pertama kedua tangkap tahan itu aturannya beta ( saya ) sudah tau memang, tinggal saya bermain doi (uang) selesai” kata Wellem Paulus.

Lebih lanjut Wellem katakan saat ini pihaknya sedang meminta orang untuk cek kebenaran adanya laporan yang dilaporkan oleh Lenci Pello di Kejaksaan Tinggi, karena kejaksaan tidak akan dapat celah untuk masuk di beta ( saya ) karena kejaksaan tidak punya hak apa-apa.

Wellem Paulus yang dikonfirmasi media ini melalui telephon selulernya pada tanggal 09 Oktober 2021 membenarkan soal pembicaraan uang ratusan juta rupiah tersebut, tetapi itu bukan untuk membayar Penyidik melainkan untuk membiayai perjalanannya selama proses kasus tersebut termasuk membayar pengacara.

Sementara berkaitan dengan pemberian uang lima juta rupiah untuk biaya transport dan juga biaya penginapan serta biaya makan minum Wellem katakan gal itu benar ia katakan tetapi hanya untuk memberikan warning buat lawannya agar kasus yang ia laporkan bisa segera dimediasi.

“Polisi tidak pernah minta, bahkan pernah sekali saya mengetahui penyidik ke kupang, dan saya bermaksud untuk memberikan dukungan uang transpor tetapi ditolak oleh penyidik, bahkan pernah sekali saya ketemu di kupang saya ajak makan juga yang bersangkutan tidak mau” ungkap Wellem dibalik telephonnya.

Sementara itu Kapolres Rote Ndao, AKBP Felli Hermanto, S.Ik, M.Si yang dikonfirmasi media ini melalui Kasubag Humas IPTU Anam Nurcahyo mengatakan informasi yang disampaikan oleh Wellem Paulus itu tidak benar.

Pihaknya sudah memanggil Penyidik yang menangani kasus yang dilaporkan Wellem Paulus untuk mengecek kebenaran Informasi, ternyata informasi itu merupakan informasi sesat yang disampaikan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Lebih lanjut Anam katakan, Penyidik Kepolisian selalu menjunjung tinggi independensi dalam penanganan suatu kasus, dan sumber pembiayaan guna penanganan kasus-kasus di polres Rote Ndao sudah ada anggarannya, untuk itu tidak benar jika penyidik harus meminta- minta pembiayaan dari pihak lain apalagi dari pihak yang ada hubungannya dengan kasus yang sedang ditangani.

“Tidak benar itu, saya sudah konfirmasi ke penyidik bahwa apa yang disampaikan oleh Wellem Paulus Itu tidak benar semuanya”. Ungkap Anam. (BNC-01)

Pos terkait