ULP Kabupaten Rote Ndao Diduga Telah Menyiapkan Kontraktor Pemenang Sebelum Tender Dimulai

  • Whatsapp

Rote Ndao, BERITA NTT.com- Proses pelelangan sejumlah proyek di Kabupaten Rote Ndao disinyalir sarat konspirasi, pasalnya terdapat sejumlah proyek yang telah dilelang oleh Unit Pelaksana Pengadaan (ULP) Kabupaten Rote Ndao dimenangkan oleh perusahaan yang seharusnya kalah dalam perengkingan.

Modus yang dilakukan oleh oknum yang bekerja pada ULP tersebut bermacam-macam, ada yang sengaja tidak mengundang pihak Perusahaan yang mendapatakan Rangking satu untuk dilakukan Evaluasi sampa pada pembatalan pengumuman pemenang Tender meski hanya tinggal satu perusahaan saja yang dinyatakan lolos evaluasi.

Berdasarkan penelusuran media ini pada Website  lpse.rotendaokab.go.id dengan kode tender 1440473 Nama Paket Pendirian/Revitalisasi Ruang Area Produksi didalam Sentra IKM Gula Lontar pada Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdaganganterdapat empat perusahaan yang memasukkan dokumen penawaran terhadap pekerjaan proyek tersebut.

Dari empat perusahaan yang memasukan penawaran terhadap paketr proyek tersebut diketahui CV. Diamond Mandiri menduduki peringkat satu dengan nilai penawaran sebesar Rp. 5.792.519.223,38 peringkat dua ditempati oleh CV. Ratu Karya Duta dengan nilai Penawaran sebesar Rp. 5.862.243.294,80 peringkat tiga ditempati oleh CV. Teguh Karya dengan nilai penawaran sebesar Rp. 5.873.305.326,32 dan peringkat empat ditempati oleh CV. Trisa dengan nilai penawaran sebesar Rp. 5.937.000.000,00

Meskipun menduduki peringkat satu dalam hal harga penawaran yang diajukan, CV. Diamond Mandiri tetap digugurkan oleh Pokja Pemilihan Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Rote Ndao, ironisnya perusahaan yang keluar sebagai pemenang tender pada paket proyek tersebut justru adalah CV. Teguh Karya yang menduduki Peringkat ke tiga.

Akibat perlakuan yang diduga syarat manipulasi tersebut, pihak CV. Diamond Mandiri langsung melakukan perlawanan terhadap keputusan pokja tersebut dengan mengajukan sanggahan terhadap keputusan tersebut.

Pokja dinilai melanggar Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2021 Tentang Pengadaan Baran/Jasa Pemerintah, Pokja juga dinilai melanggar Peraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa pemerintah Nomor 12 Tahun 2021 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa melalui penyedia serta standar dokumen pemilihan secara Elektronik Metode Tender Pasca Kualifikasi, Satu file, Sistem Harga Terendah Kontrak Harga Satuan, yang menjelaskan tentang Evaluasi Dokumen Penawaran dijelaska  Tahapan evaluasi dokumen penawaran meliputi : Evaluasi Administrasi, Evaluasi Kualifikasi, Evaluasi Teknis, Evaluasi Harga, Pokja Pemilihan menyusun urutan 3 (Tiga penawaran sebagai calon pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan dua (apabila Ada) serta Pembuktian Kualifikasi.

Pelanggaran yang dimaksud dimana sampai pada pembuktian kualifikasi yang sesuai jadwal dilaksanakan pada tanggal 10 Juli 2021 pukul 09.00 sampai dengan pukul 17.00 (telah Mengalami dua kali perubahan atau penambahan waktu dengan alasan pokja masih membutuhkan waktu untuk pembuktian kualifikasi namun sampai dengan pukul 12.57 berdasarkan data yang sempat dipantau, Evaluasi harga belum menghasilkan kesimpulan atau belum ada penyedia yang lulus evaluasi harga, untuk itu yang menjadi pertanyaan kapan pokja pemilihan mengirim undangan pembuktian kualifikasi? Karena syarat penyedia diundang untuk melakukan pembuktian kualifikasi apabila telah lulus evaluasi administrasi. Evaluasi kualifikasi, evaluasi teknis, dan evaluasi harga.

Dalam surat sanggahan yang diterima media ini, CV Diamond Mandiri menduga Pokja telah melakukan Penyimpangan terhadap Ketentuan dan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku, untuk itu CV. Diamond Mandiri meminta agar Pengadan Pekerjaan Konstruksi Pendirian/Revitalisasi Area Produksi didalam Sentra IKM Gula Lontar Daudolu harus dilakukan Evaluasi Ulang atau Pelelangan paket tersebut dinyatakan gagal Lelang, sehingga harus dilakukan lelang ulang oleh Pokja Pemilihan yang lain,

Jika hal itu tidak dilakukan dan Pokja tetap melanjutkan pekerjaan proyek tersebut maka pihak CV, Diamond Mandiri akan melakukan Sanggah Banding ke tingkat yang lebih tinggi.

Selain CV. Diamond Mandiri, CV. Trisa juga melakukan sanggahan terhadap paket pekerjaan tersebut karena penawaran ya ng diajukan oleh CV. Trisa tidak dievaluasi oleh Pokja,

Sementara itu, Kepala Bagian Unit pelaksana Pengadaan Setda Rote Ndao, Ferdi Ndun yang dikonfirmasi media ini tidak dapat memberikan komentar mengingat yang bersangkutan sedang menjalani perawatan terpusat di Rusun Ne’e akibat terpapar Covid-19

“kakak jangan marah nanti langsung dengan pokja saja kakak, karena ereka yang lebih tau, soalnya saya saat ini sedang dalam perjalanan menuju Rusun untuk menjalani Pemusatan Perawatan akibat Civid-19.

Wartawan media ini sudah berupaya untuk menghubungi ketua Pokja Moltan Saudale melalui nomor telepon 081 236 XXX XXX namun belum ada respon dari yang bersangkutan hingga berita ini diturunkan.  (BNC-01)

Pos terkait