Rote Ndao Siap Laksanakan New Normal

  • Whatsapp

Rote Ndao, BERITA NTT.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rote Ndao telah siap melaksanakan New Normal, sesuai kebijakan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat. Salah satu alasannya karena wilayah terselatan NKRI tersebut kembali bebas Covid-19 pasca hasil swab kedua terhadap dua warga positif corona kembali negatif.

Hal itu disampaikan Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu saat diwawancara awak media usai menggelar rapat evaluasi Protokol Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 serta Pembahasan Protokol Tatanan New Normal, di lantai 1 kantor Bupati setempat, Selasa (9/6).

Menurutnya, selaku bupati dirinya apresiasi kepada seluruh masyarakat Rote Ndao yang telah menyadari pentingnya protokol kesehatan, sehingga walaupun sempat dua orang terpapar, namun akhirnya sesuai hasil swab kedua, dua orang warga positif corona sudah negatif.

“Saya percaya masyarakat sudah sadar pentingnya menjalankan protokol kesehatan. Dalam New Normal ini saya berharap kita semua tetap waspada, sehingga walaupun kita kembali beraktivitas seperti biasa, nanum tetap melaksanakan protokol kesehatan. Kalau ini tetap dijalankan, maka saya percaya Rote Ndao akan aman,” kata Bupati Paulina.

Dijelaskan Bupati Paulina, pada prinsipnya protokol kesehatan pada masa penanganan pencegahan Covid-19 tetap akan diberlakukan dalam masa New Normal. Sementara yang dibahas khusus dalam rapat persiapan tersebut, hanya pembukaan kembali kegiatan ibadah keagamaan dan sanksi terhadap pelanggar protokol kesehatan. dimana sesuai arahan lisan Gubernur NTT bahwa shalat Jumat sudah bisa mulai 12 Juni dan ibadah umum di gereja sudah bisa dimulai 14 Juni minggu ini.

Sementara Khusus sanksi bagi yang tidak menggunakan masker di tempat umum, sesuai hasil diskusi dalam rapat akan diberlakukan sanksi yang nantinya dituangkan dalam Keputusan atau Peraturan Bupati dengan denda paling rendah 50.000 dan paling tinggi 200.000.
“Intinya masih perlu akan disosialisasikan kepada masyarakat terlebih dahulu, namun rencananya denda paling tinggi dikenakan bagi ASN dan anggota TNI/Polri pelanggar, yakni sebesar Rp 200.000, sementara masyarakat dikenakan Rp 50 ribu,” katanya.

Ketua DPRD Alfred Saudila mengatakan, tatanan New Normal yang akan dilaksanakan pada prinsipnya tetap berpedoman pada protokol kesehatan penanganan Covid-19 yang dikeluarkan Pemerintah Pusat sampai daerah.
Hanya saja harus kita berpikir bahwa semua orang bisa terpapar Covid-19, sehingga perlu tetap waspada dalam melaksanakan seluruh aktivitas, baik itu pelayanan kemasyarakat dan pemerintahan.

Menurutnya, pandemi Covid-19 ini telah berdampak pada kesenjangan sosial, sehingga pemerintah harus melaksanakan semua program yang dikhususkan untuk membantu masyarakat terdampak baik itu dari Kemensos melalui PKH, Kartu Sembako, dan BST, Kemendes PDTT dengan BLT Dana Desa, Pemprov NTT dengan bansos APBD I, dan bansos Kabupaten Rote Ndao.

“Kami berharap harus sudah selesai dilaksanakan dalam masa New Normal ini karena memunut catatan kami masih ada desa yang selama ini belum menuntaskan BLT. Ada yang baru penyaluran dua bulan, dan masih ada yang baru satu bulan,” katanya.

Ia memberikan apresiasi kepada seluruh media massa yang selama ini sudah berpartisipasi mendukung pemerintah daerah dalam penanganan Covid-19 di Rote Ndao, dan berharap media terus berperan mendukung pelaksanaan New Normal dengan pemberitaan yang terupdate serta memberikan pembelajaran kepada masyarakat (m2)

Pos terkait