beritantt.com
Menu

Pengadilan Pembunuhan Mantan Pj. Kades Lidor Diduga Sesat

112

Rote Ndao, BERITA NTT.com – Proses Peradilan Kasus Pembunuhan Pj. Kepala Desa Lidor Yoppy O. Hilly yang disidangkan di Pengadilan Negeri Rote Ndao diduga sesat.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Rote Ndao, Paulus Henuk, SH menanggapi pernyataan Kapolres Rote Ndao disalah satu Media Online terkait dengan belum terkuaknya aktor intelektual dan eksekutor dari kasus tersebut.

Dalam pemberitaan yang dilansir oleh salah satu media Online beberapa waktu lalu Kapolres Rote Ndao AKBP Bambang Hari Wibowo,S.Ik, M.Si menyatakan bahwa “ada penyidikan aneh” dalam kasus pembunuhan Pj. Kades Lidor 4 tahun silam

dirinya melihat ada penyidikan Aneh dan ada cara kerjanya yang salah dalam Penyidikan Kasus Pembunuhan Berencana yang terjadi Pada awal tahun 2016 lalu

“Kasus tersebut dilimpahkan ke pihak Kejaksaan Negeri Rote Ndao kemudian sudah ada putusan Pengadilan yang incrah namun otak Perencana Pembunuhan belum ditetapkan sebagai tersangka Ini ada penyidikan yang  aneh” Tegas Kapolres

Untuk itu, Lanjut Bambang. Pihak Polres Rote Ndao akan segera melimpahkan kasus tersebut Kepada Pihak Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) untuk memudahkan kordinasi agar dibentuk tim khusus guna menuntaskan Kasus pidana Pembunuhan Berencana yang merenggut nyawa Pj Kepala Desa Lidor Yoppy O Hilly.

“ada Penyidikan di Polisi dan Sudah dilimpahkan ke pihak Kejaksaan kemudian jaksa limpahkan Ke Pengadilan dan sudah ada putusan yang incra namun otak perencana belum di proses berarti dipaksakan P21(nyatakan Lengkap),maka ada Penyidikan Aneh dan ada yang Salah, kita Limpahkan ke Polda NTT saja, Saya sudah Perintahkan Kasat Reskrim dan paling lambat Senin Depan suratnya dilimpahkan”, kata Kapolres Via Ponselnya Kepada Wartawan.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Rote Ndao Paulus Henuk menilai statetment Kapolres Rote Ndao mesti dianalisi secara kritis karena menimbulkan multi tafsir.

Menurut Paulus, Jika benar pernyataan Kapolres bahwa terkesan proses penanganan kasus tersebut dipaksakan P21 maka mestinya pengadilan tidak boleh menghukum orang yang belum tentu bersalah namun faktanya sesuai bukti dan fakta persidangan justru pengadilan telah memvonis bersalah beberapa orang.

Selain itu, Pernyataan Kapolres juga bisa bermakna bahwa penyidik, jaksa dan hakim yang menangani kasus tersebut kurang profesional mestinya lebih dulu menetapkan tersangka untuk master mind atau otak perencana dan para eksekutor.

” jika benar bahwa para penegak hukum mulai dari polisi, jaksa dan hakim yang tangani kasus ini tidak profesional maka pengadilannya patut diduga sesat” Kata Paulus (Hendrik)

Komentar Facebook

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More