Menu

Mode Gelap

Berita Terkini · 3 Feb 2022 09:53 WIB ·

Pekerjaan Yang Tidak Diselesaikan Sampai Akhir TA. 2021 Dapat Dilanjutkan Pada TA. 2022, Ini Regulasinya


					Pekerjaan Yang Tidak Diselesaikan Sampai Akhir TA. 2021 Dapat Dilanjutkan Pada TA. 2022, Ini Regulasinya Perbesar

Rote Ndao, BERITA NTT.com- Dalam Rangka Mengantisipasi Terkendalanya Pelaksanaan Pembangunan selama masa Pandemi Covid-19 Pemerintah Pusat melalui Kementrian Keuangan Mengeluarkan Peraturan Nomor: 184/PMK.05/2021 Tentang Pelaksanaan Anggaran Dalam Rangka Penyelesaian Pekerjaan Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 19 yang Tidak Bisa Terselesaikan Sampai Dengan Akhir Tahun Anggaran 2021 dan Akan Dilanjutkan Pada. Tahun Anggaran 2022

Peraturan Menteri Keuangan (PMK) tersebut menjadi dasar pijakan bagi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam memutuskan dapat dilanjutkan atau tidaknya sebuah pekerjaan Konstruksi yang tidak diselesaikan oleh Kontraktor sampai dengan Akhir Tahun Anggaran 2021.

Hal itu seperti tertuang dalam Pasal 3 PMK Nomor : 184/PMK.05/2021 Aayat 1,2 dan 3 yang bunyinya antara lain,. ayat (1) Berbunyi, Sisa pekerjaan yang tidak terselesaikan sampai dengan Akhir Tahun Anggaran 2021 dapat dilanjutkan penyelesaiannya sepanjang Memenuhi ketentuan sebagai berikut a). Berdasarkan penelitian PPK penyedia barang/jasa akan mampu menyelesaikan keseluruhan pekerjaan ketika diberikan kesempatan sampai dengan 90 (sembilan Puluh) hari kalender sejak berakhirnya masa pelaksanaan pekerjaan; dan b). Penyedia Barang/jasa sanggup untuk menyelesaikan sisa pekerjaan paling lambat 90 (sembilan Puluh) hari kalender sejak berakhirnya masa pelaksanaan pekerjaan dan dinyatakan dengan surat pernyataan kesanggupan yang ditandatangani diatas kertas bermeterai Cukup

Ayat (2) berbunyi, surat Pernyataan kesanggupan sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) huruf b paling sedikit memuat:
a. Pernyataan kesanggupan dari penyedia barang/jasa untuk menyelesaikan sisa pekerjaan, b. Waktu yang diperlukan untuk penyelesaian sisa pekerjaan dengan ketentuan paling lama 90 (sembilan puluh) hari kalender sejak berakhirnya masa pelaksanaan pekerjaan; dan c. Pernyataan bahwa penyedia bara/jasa bersedia dikenakan denda keterlambatan penyelesaian pekerjaan.

Ayat (3) berbunyi Berdasarkan pertimbangan atas ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) KPA memutuskan untuk a. Melanjutkan sisa pekerjaan ke Tahun Anggaran 2022 atau, b. Tidak melanjutkan sisa pekerjaan ke Tahun Anggaran 2022

Ayat (4) berbunyi dalam mengambil keputusan sebagaimana dimaksud pada Ayat (3) KPA dapat melakukan konsultasi dengan Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP)

Jauh sebelum PMK Nomor: 184/PMK.05/2021 dikeluarkan, Pada Tahun 2018 Presiden Republik Indonesia telah mengeluarkan Perpres Nomor: 16 Tahun 2018 Tentang Pengadaan Barang/Jasa yang mana pada Pasan 56 juga memberikan isyarat bagi PPK untuk dapat melanjutkan pekerjaan apabila Penyedia Barang/jasa gagal menyelesaikan Pekerjaan sampai dengan masa pelaksanaan kontrak berakhir, seperti yang tertuang pada Pasal 56 ayat (1) yang berbunyi, dalam hal Penyedia Gagal menyelesaikan pekerjaan sampai masa pelaksanaan Kontrak Berakhir, namun PPK menilai bahwa PPK mampu menyelesaikan pekerjaan, PPK memberikan kesempatan kepada Penyedia untuk menyelesaikan pekerjaan.

Ayat (2). Pemberian kesempatan bagi penyedia untuk menyelesaikan pekerjaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dimuat dalam addendum Kontrak yang didalamnya mengatur waktu penyelesaian pekerjaan, pengenaan. sanksi denda keterlambatan kepada penyedia dan perpanjangan jaminan pelaksanaan, serta Ayat (3) berbunyi pemberian kesempatan kepada penyedia untuk menyelesaikan pekerjaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat melampaui Tahun Anggaran.

Untuk itu pelaksanaan Pekerjaan Oleh Penyedia barang/jasa yang pekerjaannya melewati Tahun Anggaran berjalan masih dibenarkan sepanjang berpedoman pada peraturan yang berlaku.

Seperti halnya di Kabupaten Rote Ndao yang mana terdapat beberapa pekerjaan Tahun Anggaran 2021 yang hingga saat ini masih dilanjutkan pekerjaannya, hal itu dikarenakan adanya ruang yang diberikan oleh pemerintah baik melalui Perpres Maupun PMK, hal itu dilakukan oleh pemerintah semata-mata agar pekerjaan yang sedang dilaksanakan ada asas manfaatnya bagi Masyarakat.

PPK pekerjaan Pendirian/Revitalisasi Ruang Area Produksi di Dalam Sentra IKM Gula Lontar Daudolu, Jonathan Saek, S.Pd yang dikonfirmasi media ini terkait dengan alasan dirinya memberikan kesempatan bagi CV Teguh Karya untuk melanjutkan Pekerjaan meski sudah melewati Tahun Anggaran 2021 mengatakan, sebelum dirinya memutusskan untuk memberikan kesempatan kepada CV. Teguh Karya melanjutkan pekerjaan melewati Akhir Tahun Anggaran pihaknya telah mempedomani Regulasi yang memayungi keputusan tersebut yakni PMK Nomor: 184/PMK.05/2021, pasal 3 Ayat 1,2 dan 3. Perpres Nomor 16 Tahun 2018 Pasal 56 ayat 1,2 dan 3. Peraturan Direktorat Jendral perbendaharaan No: PEr-9/PB/2021 Tentang Pedoman Pelaksanaan Penerimaan dan Pengeluaran Negara Pada Akhir Tahun 2021 dan memperhatikan Surat Edaran Sekretaris Daerah Nomor: 900/1091/BKA/4.1 Tanggal 22 Nopember 2021 tentang Pedoman Pelaksanaan Langkah-langkah menghadapi Akhir Tahun Anggaran 2021.

Berdasarkan regulasi yang ada terdapat kesempatan untuk dapat melanjutkan pekerjaan ke Tahun anggaran berikutnya sepanjang memenuhi ketentuan yang ada, untuk itu terhadap Pelaksanaan Pembangunan Rumah Gula di Daudolu oleh CV. Teguh Karya. Mengingat berdasarkan hasil pemeriksaan pada Tanggal 23 Desember 2021 dengan kemajuan fisik yang dicapai sebesar 84%.

Sementara itu Penyelesaian pekerjaan sampai dengan batas akhir kontrak per 31 Desember 2021 dengan kemajuan fisik yang dicapai sebesar 95% dan sisa fisik pekerjaan yang belum diselesaikan adalah 5% dari nilai kontrak sebesar Rp. 5.873.305.000,-

Selain itu, Pemberian kesempatan kepada CV Teguh Karya untuk dilanjutkan juga didasarkan pada penilaian tim teknis bahwa adanya asas manfaat pembangunan rumah gula bagi masyarakat. Sisa pekerjaan fisik pembangunan rumah gula tersebut sebesar 5% dari nilai kontrak sebesar Rp. 293.665.250.

Ditambahkanya, pihak CV Teguh Karya juga telah melaksanakan Kewajiban berupa jaminan sisa pekerjaan sebesar 16% dengan nilai Rp. 939.000.000 berdasarkan hasil pemeriksaan tanggal 23 Desember 2021 dengan progres sebesar 84% namun sampai dengan tanggal 31 Desember progres pekerjaan yang dilakukan oleh CV. Teguh karya telah mencapai  95%,

Ketika ditanya soal bahan material yang digunakan dalam pembangunan Rumah Gula tersebut Jonathan Saek katakan, penggunaan Bahan material dalam Pekerjaan Rumah Gula Daudolu didasarkan pada Surat Kementrian Perindustrian Republik Indonesia Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah dan Aneka Nomor: B.370/IKMA.1/PR/III/22021 tanggal 8 Maret 2021 dengan hal penyesuaian pelaksanaan DAK Fisik yang mana disampaikan bahwa kegiatan DAK fisik dapat mengoptimalkan Penggunaan Tenaga Kerja Setempat/lokal serta menggunakan material dari Lokasi setempat/bahan lokal, sehingga ditegaskan kembali bawa:
1. Untuk pekerjaan pasangan, beton dan pasir yang digunakan dalam spesifikasi teknis pekerjaan adalah pasir pasangan/lokal lokasi setempat, sedangkan untuk daun pintu Adalah penggunaan daun pintu melamin rangka kayu jati dan daun jendela panel kaca 5mm rangka kayu jati.

2. Bahan/ material lainnya menggunakan bahan lokal dan non lokal dan penggunaannya berdasarkan spesifikasi teknis yang ditetapkan oleh PPK untuk dipergunakan sebagai pedoman bagi penyedia jasa dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab dalam penyelesaian pekerjaan konstruksi.

Sementara untuk pekerjaan Kusen pintu dan jendela menggunakan kayu Bayam.(BNC01)

 

Komentar Facebook
Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Rapat Penyempurnaan Ranperda Pertanggungjawaban APBD Rote Ndao TA.2021 Berlangsung Alot

28 Agustus 2022 - 10:22 WIB

Ajak Orang Muda Cintai Budaya dan Rohani, Sekolah Tunas Gloria Gandeng KOXI NTT Gelar Mega Konser

20 Agustus 2022 - 08:47 WIB

Momentum Perayaan HUT RI Ke 77 Warga Naimata Keluhkan Akses Jalan dan Lampu Penerangan

18 Agustus 2022 - 07:41 WIB

Tim Eforbia Juarai 1 Jambore PAR Wilayah Midosinal

6 Mei 2022 - 08:53 WIB

WARGA SEBUT NAMA ANTON SAAT HADANG TRUK BERMUATAN PUPUK SUBSIDI

10 April 2022 - 22:55 WIB

WARGA DUSUN SAI BUTUH AIR BERSIH

10 April 2022 - 22:54 WIB

Trending di Berita Terkini