Pekerjaan Pamsimas di Dusun Soruk Mubazir, Warga Minta Perhatian Serius Penegak Hukum

  • Whatsapp

Rote Ndao, BERITA NTT.com – Pekerjaan Jaringan Perpipaan yang bersumber dari Dana Pamsimas Tahun Anggaran 2016 Mubazir, Masyarakat Dusun Soruk Desa Oebafok Kecamatan Rote Barat Daya Kabupaten Rote Ndao -NTT meminta aparat penegak Hukum Polres Rote Ndao untuk memberikan perhatian yang serius terhadap Proses pengerjaan Proyek tersebut yang tidak ada asas manfaatnya hingga saat ini.

Permintaan masyarakat itu didasari adanya dugaan penyelewengan Dana Pamsimas yang diduga kuat dilakukan oleh Panitia pengelola kegiatan yang diketua oleh Marthen Hakoni Mooy.

Mat Modok, warga Kokolo yang dikonfirmasi media ini mengatakan, item kegiatan Pengadaan Air Bersih untuk warga Dusun Soruk Tahun anggaran 2016 tersebut meliputi Pengadaan Modul Solarcell sebanyak 9 unit. Pompa air dan Pengerjaan jaringan perpipaan sepanjang Kurang Lebih 1.500 Meter,

Dijelaskannya, proyek yang menelan dana kurang lebih sebesar Rp. 250.000.000 itu hingga saat ini tidak dirasakan oleh Masyarakat penerima manfaat.

“Sebagai penerima manfaat kami sangat kecewa karena ptoyek nilainya ratusan juta rupiah tetapi tidak ada manfaatnya bagi masyarakat” ungkap Mat.

Mat Modok, juga mengaku kecewa dengan Pihak pengelola kegiatan dalam hal ini Ketua Panitia Pengelola yang mana pada saat hendak memulai kegiatan tersebut, panitia memungut sejumlah uang dari Masyarakat setempat dengan Nilai Rp.50.000/KK yang katanya sebagai pinjaman untuk modal awal di Rekening pengelola, setelah dana dari Pamsimas masuk ke rekening kelompok barulah uang masyarakat itu dikembalikan.

Namun sayangnya hingga kini, uang milik masyarakat yang dikumpulkan oleh kurang lebih sekitar 40 KK tersebut tak kunjung dikembalikan, masyarakat sempat bertanya kepada Mathen H. Mooy selaku ketua Panitia pengelola legiatan soal nasib uang mereka namun tak ada jawaban yang pasti dari yang bersangkutan.

“dalam musyawarah bersama pengelola kegiatan, kami bersepakat agar dana awal untuk legiatan tersebut ditanggulangi sementara oleh Masyarakat, nanti setelah dana dari Pemda Masuk Baru diganti, namun sampai selesai kegiatan tersebut uang milik masyarakat tidak dikembalikan” Tambah Mat Modok.

Ditambahkan, sejak dikerjakan pada Tahun 2016 terdapat sejumlah pekerjaan yang dilaksanakan tidak sesuai spesifikasinya, diantaranya, pipa yang digunakan dari Mata Air ke bak penampungbseharusnya menggunakan Pipa Dua Dim namun tidak tau apa penyebabnya sehingga pengelola kegiatan menggantinya dengan pipa satu dim, selain itu jaringan perpipaan dari bak induk ke rumah-rumah masyarakat terdapat dua Unit HU namun dalam.pemasangan jaringan tidak terkoneksi denam Dua Unit HU yang sudah ada itu, guna memanfaatkan dua Unit HU tersebut Masyarakat terpaksa harus swadaya guna membeli Pipa untuk memanfaatkan kembali HU yang sudah ada.

Hal senada Juga dibenarkan oleh Rusli Bere yang dikonfirmasi media ini melalui telepon selulernya, Rusli mengaku saat ini kita tidak memanfaatkan proyek air bersih tersebut, hal itu dikarenakan pipa air yang sempat dipasang saat proyek itu berjalan dicabut kembali akibat terjadi kehilangan Pipa sepanjang kurang lebih 100 meter.

“Itu hari sempat mengalir airnya tetapi tidak lama, akibat pipa hilang akhirnya Om Matrhen datang dan bersama dengan masyarakat membongkar kembali pipa yang sudah terpasang” Ungkap Rusli

Sementara itu, Ketua Panitia Pengelola Kegiatan Pamsimas dusun Soruk Desa Oebafok Tahun 2016 Marthen H. Mooy yang dikonfirmasi media ini ngatakan, pekerjaan pamsimas tersebut sudah selesai dikerjakan, dan Airnya sudah sempat jalan, namun karena ada kehilangan pipa sehingga Kepala Desa Dan Masyarakat mencabut pipa tersisa untuk diamankan di salah satu rumah milil warga.

Ditanya soal adanya pungutan yang dilakukan oleh pengelola, marthen membenarka hal itu, menurutnya, dalam pekerjaan pamsimas memang harus ada kontribusi dari masyarakat baik berupa dana awal maupun Tenaga dan peralatan.

Dalam pengumpulan dana awal pihaknya sudah memberikan penjelasan kepada masyarakat soal keberadaan dana awal tersebut, sehingga tidak pernah ada kesepakatan untuk pengembalian dana awal yang dipungut pihaknya.

“Tidak benar itu, yang namanya Kontribusi masyarakat itu tidak ada istilah dikembalikan lagi” kata Marthen

Kepala Desa Oebafok Gerson Pandie yang dikonfirmasi media ini mengatakan, Dirinya tidak pernah mengetahui adanya kegiatan pamsimas di Dusun Soruk Tahun Anggaran 2016 lalu sebab pihaknya tidak pernah mendapatkan laporan dari pengelola terkait dengan kegiatan tersebut.

Gerson mengaku dirinya baru mengetahui adanya kegiatan pamsimas setelah mendapatkan laporan masyarakat mengenai tidak berfungsinya jaringan perpipaan di dusun tersebut.

Gerson menambahkan, kegiatan Pamsimas tersebut juga hingga saat ini belum dilakukan serah terima dari pihak pengola Kagiatan ke Pihak Desa Oebafok

Untuk diketahui pekerjaan pansimas tersebit menghabiskan anggaran kurang lebis sebesar Rp.250.000.000 (BNC -01)

Pos terkait