Nama Bupati Disebut Dalam Pusaran Kasus Dugaan Penggelapan Pipa di PDAM Rote Ndao

  • Whatsapp

Rote Ndao, BERITA NTT.com- Kasus dugaan Penggelapan Pipa milik Perusahaan Daeran Air Minum (PDAM) Kabupaten Rote Ndao terus menggeliat, dari hasil investigasi yang dilakulan media ini, terkuak fakta baru dimana nama Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu disebut dalam rekaman percakapan yang berhasil diperoleh wartawan media ini.

Dalam rekaman tersebut salah seorang Pegawai PDAM Rote Ndao menyebutkan bahwa Pipa Milik PDAM yang tersimpan di Lokasi Bak Ress di Kompleks Perkantoran Raib.

Bacaan Lainnya

Orang Nomor Satu di Rote ndao tersebut disebut-sebut membeli Pipa milik PDAM yang dibongkar dan disimpan di Kompleks Bak Res di Kompleks Ti’i Langga Permai.

Sebelum pipa tersebut dijual, direktur menandatangani Surat Pernyataan Bahwa Pipa tersebut tidak lagi dimanfaatkan oleh PDAM, setelah adanya Surat pernyataan tersebut Pipa itu kemudian dibayar oleh Bupati Rote Ndao Paulina Haning -Bullu.

“Pipa itu sebelum dibeli oleh Bupati, lebih dulu Direktur PDAM menandatangani Surat Pernyataan Bahwa pipa tersebut tidak lagi digunakan oleh PDAM, makanya mamatua (Bupati-red) beli Pipa tersebut” kata Martinus Lende dalam percakapan tersebut.

Dalam rekaman tersebut, mantan Kabag Teknik Martinus Lende juga membeberkan bahwa Pipa yang digunakan di proyek Perumahan Dokter Puskesmas Sotimori merupakan pipa bekas galian dari Memggelama yang disimpan rumahnya, iya bahkan mengaku siap bersaksi jika prsoalan tersebut sampai ke ranah Hukum.

“Semua yang ada didalam itu saya tau persis dan saya juga terlibat didalam, kalau saya bersaksi kecuali jaksa yang panggil, surat resmi datang, bu tau kalau beta buka ni, bapa dong tidak tau kronologisnya tapi saya tau persis” ungkap Lende dalam rekaman pembicaraan.

Mantan Kabag Teknik PDAM Kabupaten Rote Ndao Martinus Lende yang dikonfirmasi media ini membenarkan bahwa Direktur pernah mengambil pipa dirumahnya, namun pipa tersebut bukanlah pipa milik PDAM melainkan pipa milik pribadinya yang merupakan sisa dari Proyek yang pernah ia kerjakan.

Ironisnya saat ditanya proyek mana yang dikerjakan olehnya, Martinus mengelak bahwa bukan dirinya yang mengerjakan proyek, tetapi proyek tersebut milik kontraktor dari Kota Kupang dan kapasitas dirinya saat itu hanyalah sebagai pekerja, tetapi karena upahnya tidak dibayar oleh sang kontraktor ia menyita pipa tersebut.

Ketika ditanya soal keberadaan pipa milik PDAM yang dititipkan dirumahnya Martinus Lende mengatakan, pipa tersebut masih ada dirumahnya sebanyak 4 batang, wartawan media ini memcoba untuk menanyakan bahwa pipa yang dibongkar di Menggelama lebih dari Empat batang, Martinus membantah.

“Omong kosong itu, pipa PDAM hanya Empat batang saja.” tambah Martinus Lende.

Saat ditanya soal dirinya menyebut nama Bupati dalam rekaman pembicaraan tersebut, Martinus membenarkan hal itu, namun ia mengaku dirinya tidak pernah berbicara denan orang luar, tetapi diskusi itu ia lakulan bersama rekan-rekan di kantor.

Sementara itu Kabag Humas dan Protokol Setda Rote Ndao Handri Bessie yang dikonfimasi media ini membantah informasi bahwa Bupati Membeli Pipa bekas Galian milik PDAM Rote Ndao,

“Terkait Itu pipa Kaka, tidak pernah Ibu Bupati Beli Itu Pipa” kata Handri (BNC-01)

 

 

Pos terkait