Kisah Miris Paskibra Rote Ndao Tahun 2020

  • Whatsapp

Rote Ndao, BERITA NTT.com – Impian untuk menjadi Pengibar Bendera pada Perayaan HUT RI yang diperingati Setiap Tahun merupakan Impian setiap Siswa, tidak hanya waktu dan tenaga yang mereka korbankan, para calon Paskibra bahkan rela meninggalkan proses KBM demi tampil maksimal dalam Upacara Pengibaran Bendera yang jatuh Pada Tanggal 17 Agustus setiap Tahun.

Hal itu juga yang dirasakan oleh Enam Orang Siswa Pengibar Bendera yang dipersiapkan oleh Panitia Paskibra Kabupaten Rote Ndao Tahun 2020. Mereka rela meninggalkan keluarga bahkan harus ketinggalan pelajaran demi Suksesnya pengibaran Bendera tingkat Kabupaten Rote Ndao.

Namun Sayang, ketulusan para Calon Pengibar Bendera berbanding terbalik dengan fasilitas yang disiapkan oleh Panitia Paskibra yang dikoordinir Oleh Dinas PKO Kabupaten Rote Ndao,

Bagaimana tidak, sejak memulai pelatihan hingga Gladi bersih sehari sebelum Upacara Beberapa fasilitas yang harusnya mereka miliki tak kunjung sampai ditangan mereka.

Tidak hanya itu, Atribut yang hendak mereka pakai pada Tanggal 17 Agustus seperti Sepatu Pengibar Bendera ada yang sudah Sobek tepat dua hari sebelum Upacara 17 Agustus 2020.

Selain itu, Pakaian latihan yang harusnya mereka pakai selama latihan juga tak dibagikan oleh Panitia,

Meski dalam kondisi sulit, para Instruktur tetap tetap memberikan Semangat dan Motivasi bagi Para Calon Pengibar Bendera untuk tetap fokus dalam menjalankan Tugas Mereka.

Salah satu Instruktur paskibra Kabupaten Rote Ndao Tahun 2020 Serda Edwin Saba yang ditemui di Tempat Pemusatan Latihan Paskibra di Bilangan Nusaklain mengaku kecewa dengan perlakuan Panitia yang tidak perduli dengan kebutuhan Para Calon Paskibra.

Menurutnya, pakaian latihan harusnya ada sebelum kegiatan latihan agar dalam menjalankan latihan para calon Paskibra dapat menggunakan pakaian latihan yang disiapkan

Hal senada juga disampaikan Serda Elphian saat ditemu ditempat yang sama,

Menurut Serda Elphian, Harusnya Para Calon Paskibra mendaptkan Dua Pasang Pakaian latihan namun hal itu justru tidak diperhatikan oleh panitia.

Ditambahkannya, dari 6 Pasang sepatu yang dibagikan oleh Panitia kepada para calon Pengibar Bendera hanya dapat digunakan satu Pasang karena yang lainnya tidak sesuai dengan ukuran kaki masin-masing calon Pengibar Bendera, sehingga lima orang Calon Paskibra Lainnya bisa dipastikan tidak akan menggunakan sepatu Saat pengibaran Bendera jika Panitia tidak memggantinya dengan sepatu yang baru.

Selain itu, Sepatu yang digunakan juga ada yang sudah Sobek saat latihan terakhir

Pantauan media ini, selain pakaian Latihan Paskibra, Atribut yang digunakan oleh Isntruktur Paskibra juga tidak seperti biasanya, jika biasanya Pakaian Instruktur paskibra selalu ada pengenal namun untuk tahun 2020 pakaian yang digunakan oleh Instruktur hanyalah Celana dan Kaos Kosong

Kepala Dinas PKO Kabupaten Rote Ndao Yosep Pandie yang dikonfirmasi media ini melalui Kabag Humas Setda Rote Ndao Hangry Besi mengatakan pakaian latihan Untuk Paskibra dan pelatih sudah ada,

Sedangkan soal Pakaian Instruktur, pihaknya sudah sempat sablon namun karena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan sehingga hanya Topi saja yang berhasil disablon. (BNC01)

Pos terkait