Menu

Mode Gelap

Ekonomi Bisnis · 21 Nov 2022 14:05 WIB ·

Ketua Organda Rote Ndao Minta Gubernur Tinjau Kembali Pergub Soal Kenaikan Tarif Angkutan Penyebrangan


					Ketua Organda Rote Ndao Minta Gubernur Tinjau Kembali Pergub Soal Kenaikan Tarif Angkutan Penyebrangan Perbesar

Rote Ndao, BERITA NTT.com – Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Rote Ndao, Nur Yusak Ndu’Ufi meminta agar Pemerintah Provinsi NTT dalam hal ini Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat agar meninjau kembali keputusan yang dikeluarkan oleh Gubernur belum lama ini terkait kenaikan tarif angkutan Penyebrangan ASDP di wilayah NTT,

Permintaan tersebut bukan tidak berdasar mengingat roda perekonomian di Kabupaten Rote Ndao sangat bergantung pada Barang-barang yang dikirim dari Kupang ke Rote melalui Armada kapal-kapal milik ASDP maupun swasta yang beroperasi NTT.

“Kita tahu bahwa Rote Ndao ini merupakan Kabupaten Kepulauan, yang mana hampir semua kegiatan ekonomi di kabupaten Ini didatangkan dari Kupang, nah kalau biaya transportasi tinggi seperti sekarang ini maka tidak hanya Pengusaha Ekspedisi yang susah tetapi masyarakat juga akan terdampak dengan m lambungnya berbagai barang kebutuhan masyarakat” ungkap Ndu’Ufi

Lebih lanjut, politisi Partai Demokrat itu menambahkan, sebagai ketua Organda Kabupaten Rote Ndao dirinya telah mendapatkan masukan dari berbagai pihak, baik dari pemilik kendaraan Ekspedisi, pengusaha dan juga tokoh-tokoh masyarakat yang pada prinsipnya mereka meminta agar pemerintah Provinsi bisa meninjau kembali keputusan Gubernur terkait d Ngan besaran biaya transportasi kendaraan baik Roda dua, Roda Empat maupun kendaraan kendaraan besar lainnya.

“Kenaikan Tarif Angkutan memang harus dilakukan oleh pemerintah sebagai akibat dari naiknya harga BBM beberapa waktu lalu, akan tetapi kenaikan tarif angkutan tersebut harus disesuaikan dengan besaran kenaikan BBM sehingga tidak m menyulitkan masyarakat kecil.

Nur Ndu’Ufi juga mengingatkan agar Gubernur bisa memperhatikan kesulitan masyarakat saat ini, yang baru saja dilanda Pandemi Covid-19 sehingga kehidupan perekonomian mereka belum sepenuhnya pulih, jika ditambah lagi dengan kenaikan Sembako akibat naiknya tarif angkutan penyeberangan tentu akan memperburuk kondisi ekonomi masyarakat.

Sementara itu, salah satu Pengusaha Sembako di Kabupaten Rote Ndao Bruce Nite melalui Akun Facebooknya melakukan protes keras atas Pergub Nomor 108 yang dikeluarkan oleh Gubernur Laiskodat,

Menurutnya, pergub Nomor 108 Tahun 2022 yang dikeluarkan oleh Gubernur tidak diperkuat dengan Peraturan Menteri Perhubungan RI (Permenhub) dan diseluruh Indonesia kenaikan tarif angkutan rata-rata hanya berkisar 11- 20 persen saja sementara khusus NTT kenaikan tarif angkutan Penyebrangan naik sangat tinggi,

Dalam Status Facebook pribadinya yang dikirim melalui Grup Perkumpulan Rote Bersatu Bruce Nite mengulas soal presentase kenaikan Tarif Angkutan Penyebrangan khususnya dari Kupang-Rote PP, dimana Harga Tiket Kendaraan Sepeda Motor yang sebelumnya sebesar Rp. 127.000 naik sebesar 88,2% menjadi Rp. 239.000 belum lagi Kendaraan Roda Empat, Kendaraan Roda Enam dan Juga kendaraan Fuso yang kenaikannya mencapai 52%. Sementara kenaikan Harga BBM jenis Solar hanya berkisar 30% yakni dari Rp. 5000 naik menjadi Rp. 6.800

Ditempat terpisah, Arianto Boik selaku Sopir Ekspedisi Kupang-Rote PP mengaku kenaikan tarif tiket penyebrangan Kupang Rote sangat memberatkan mereka,

Menurut Arianto, setelah kenaikan tarif ini pihaknya harus menyiapkan paling sedikit 5 juta untuk satu kali keberangkatan Kupang -Rote PP, untuk itu agar bisa menutup biaya tersebut pihaknya terpaksa harus menaikan harga penitipan barang sehingga bisa menutupi biaya transpor dan juga biaya lain-lain.

“Kami terpaksa harus kasi naik harga ekspedisi, agar bisa menutupi biaya transport, karena selain untuk. Biaya transpor kami juga harus setor ke pemilik Kendaraan, jadi kalau kami tidak kasi naik maka tentu kami tidak bisa setor, bahkan untuk makan minum juga mungkin kami tidak dapat, Ungkap Arianto.

Pada kesempatan itu juga, Arianto Boik berharap agar Gubernur NTT bisa meninjau kembali Pergub 108 Tahun 2022 yang sudah ditandatangani (BNC-01)

Komentar Facebook
Artikel ini telah dibaca 283 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Reses Di Mbueain dan Oelolot Waket Komisi A DPRD Rote Ndao Terima Banyak Keluhan Masyarakat

15 Maret 2022 - 23:15 WIB

Gubernur VBL Panen Bawang Merah Lokananta di Oesao

29 September 2021 - 00:04 WIB

Pengurus DPP. Kristoforus Baa Gotong Royong Perbaiki Rumah Umat dan Rumah Ibadah yang Rusak Diterjang Badai Seroja

22 April 2021 - 05:15 WIB

Terhimpit Ekonomi, Dua Siswa SD Negeri Oelasin Memilih Tak Ke Sekolah

2 Februari 2020 - 01:06 WIB

Trending di Ekonomi Bisnis