Karyawan PDAM Rote Keluhkan Keterlambatan Pembayaran Gaji

  • Whatsapp

Rote Ndao, BERITA NTT.com – Sejumlah karyawan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Rote Ndao mengeluh karena hingga saat ini Gaji mereka sebagai Karyawan di Perusahan Milik Daerah itu tak kunjung dibayar.

Dengan adanya kondisi ini, sejumlah karyawan terpaksa harus memutar otak untuk mendapatkan pekerjaan sampingan agar dapat memenuhi kebutuhan hidup keluarga mereka sehari-hari, terlebih dalam Kondisi sulit seperti saat ini

Informasi yang dihimpun media ini dari salah satu Nara sumber yang juga adalah Karyawan Perusahan Plat Merah itu mengatakan, keterlambatan pembayaran gaji sudah berlangsung sejak tahun 2019, saat direktur masih dijabat Yahya B Sodakh.

“Gaji kami sudah terlambat sejak tahun lalu, yakni bulan Juli, Agustus, dan September. Kami sudah bertahan sekian lama, namun memang dengan kondisi Covid-19 ini membuat kami semakin terpuruk. Kami sudah berhutang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Akibat Covid-19 ini, kata dia, ada kebijakan Pemkab Rote Ndao selaku pemilik untuk memberikan subsidi kepada pelanggan terdampak Covid-19, sehingga bertambah lagi gaji tertunggak menjadi empat bulan dan sudah mau masuk lima bulan saat ini.

Oleh kata sumber tersebut, sebagai karyawan kecil dirinya hanya pasrah dan meminta kepada pihak manajemen serta Pemkab selaku pemilik untuk memperhatikan kesulitan yang dialami para karyawan PDAM.

Pjs Direktur PDAM Rote Ndao Abdurahman Djawas yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (8/6), membenarkan bahwa gaji karyawan bulan Februari, Maret, April, dan Mei 2020 belum dibayarkan.

“Saat ini gaji yang belum dibayarkan empat bulan, dan hal tersebut sudah dimaklumi oleh seluruh pimpinan unit dan karyawan,” imbuhnya.

Dikatakan Djawas, pihaknya telah berupaya mengatasi permasalahan di PDAM dengan dua skala prioritas, yakni soal operasional palayanan, agar PDAM bisa eksis terlebih dahulu untuk melayani konsumen, dan penyelesaian hutang gaji karyawan.

“Kebutuhan operasional, seperti BBM, biaya listrik, dan lain-lain harus diutamakan karena kalau tidak mana mungkin kita bisa layani konsumen dan mendapatkan pemasukkan untuk bayar gaji. Jadi dua hal ini saling terkait dalam menjaga PDAM tidak kolaps,” katanya.

Menurutnya, saat dirinya ditunjuk menjadi Pjs Direktur tahun lalu, sebenarnya sudah ada tunggakan gaji karyawan sebanyak tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September.

Dikatakan Djawas, dengan kebijakan subsidi bagi pelanggan terdampak Covid-19 ini membuat tambah lagi satu bulan gaji yang tertunggak karena masih dalam proses verifikasi administrasi terkait pelanggan yang berhak mendapat subsidi.

“Saat ini proses dan verifikasi sudah selesai, dan hari ini data-data akan kami sampaikan ke BKAD untuk selanjutnya ditetapkan, sehinggga dalam waktu dekat dana subsidi dari Pemkab Rote Ndao sudah bisa cair dan akan dibayarkan gaji karyawan untuk dua bulan,” katanya. (M2)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *