Kalah Pemilihan BPD, Salmun Henuk Mengadu Ke Komisi A DPRD Rote Ndao

  • Whatsapp

Rote Ndao, BERITA NTT.com – Salmun Henuk, salah satu Calon Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Holoama Kecamatan Lobalain Kabupaten Rote Ndao mengadu Ke DPRD Rote Ndao terkait dengan hasil pemilihan Anggota BPD Desa setempat.

Salmun Henuk yang ditemui usai RDP dengan Komisi A DPRD, Jumat (04/09/2020) menilai Pemilihan Anggota BPD Desa Holoama yang dilakukan di Dusun Mondo II Desa Holoama menyalahi prosedur mengingat ada beberapa warga yang bukan merupakan warga Holoama tetapi ikut memilih pada proses pemilihan tersebut.

Dalam laporan yang diterima Oleh Komisi A DPRD Rote Ndao, Salmun mengatakan bahwa terdapat kurang lebih 11 pemilih yang tidak memiliki Dokmen sebagai penduduk Desa Holoama namun Panitia tetap memberikan Undangan bagi mereka untuk ikut dalam pemilihan BPD tersebut.

Sementara itu, kepala Desa Holoama Melkianus Bessie membenarkan bahwa 11 orang pemilih yang ikut memilih saat pemilihan BPD tersebut tidak memiliki keterangan Domisili sebagai Warga Desa Holoama,

Meski demikian, Kepala Desa mengaku bahwa 11 orang tersebut merupakan warga yang sudah tinggal dan menerap di Desa Holoama lebih dari 6 bulan,

Kades juga mengakui sejak datang dan tinggal diwilayah Desa Holoama, ke-11 orang tersebut telah melaporkan keberadaan mereka ke Pemerintah setempat melalui RT/RW dan Dusun, namun mereka masih tercatat sebagai penduduk di wilayah asal mereka masing-masing

Ketua Komisi A DPRD Rote Ndao Feky Michael Boelan dalam kesempatan itu, mengaku pihaknya sering mendapatkan Pengaduan terkait dengan masalah Pemilihan BPD tersebut,

Feky menilai hal ini terjadi sebagai akibat tidak adanya Peraturan Bupati yang mengatur secara Teknis mengatur soal Teknis pemilihan Anggota BPD,

“Ini akibat tidak adanya peraturan Bupati yang biasanya mengatur soal Teknis Pelaksanaan hal-hal seperti ini” Tambah Feky Boelan

Sementara itu Wakil Ketua Komis A, Adrianus Pandie dalam kesempatan yang sama juga neminta agar pihak yang kalah dalam pemilihan Tidak lagi mempersoalkan hasil Pemilihan yang telah dilaksanakan

Adrianus meminta agar Camat Lobalain bisa memediasi kedua belah Pihak secar baik dan dapat mengambil keputusan yang bijak sehingga tidak menimbulkan persoalan baru ditengah masyarakat.

Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris Komisi A Zensindorf Yosus Adu, dalam RDP tersebut Yosus Adu mengatakan pihaknya tidak berhak untuk menentukan siapa salah dan siapa benar dalam persoalan yabg diadukan,

“Tentunya Baik yang menang maupun yang kalah sama -sama ingin membangun Desa sehingga mau mencalonkan diri sebagai anggota BPD, jadi tidak usah lagi terlalu berpolemik dengn persoalan yang ada. Kembali ke Desa dan Urus baik-baik” ungkap Yosus Adu

Dalam kesempatan itu selain di hadiri oleh pelapor dan kepala Desa, hadir juga Terlapor Welhelmince Sina, sebagai pihak yang menang dalam pemilihan BPD tersebut.

Hadir juga Camat Lobalain, Nusri E Zakarias. Dalam kesempatan itu camat Lobalain meminta kesempatan kepada Komisi A. Anggota DPRD Rote Ndao untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara baik bersama kedua pihak yang berpolemik

Terkat dengan ketiadaan Peraturan Bupati sebagai Pedoman teknis Pemilihan BOD, Sekretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao yang dikonfirmasi di selah-selah Paripurna Pembahasan Hasil Evaluasi APBD pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2919 mengatakan, Sudah Ada Peraturan Bupati mengenai Pemilihan BPD tersebut (BNC 01)

Pos terkait