Jaringan Perpipaan Senilai 1.3 Miliyar Di Inaeo Dibongkar Sekelompok Orang

  • Whatsapp

Rote Ndao, BERITA NTT.com – Upaya Pemerintah Kabupaten Rote Ndao untuk memberikan Pemerataan Pembangunan Kepada Masyarakat sampai ke Pelosok Desa nampaknya tak berjalan mulus, sebagian warga yang disentuh dengan program pembangunan justru tegah merusak fasilitas milik publik yang dibangun dengan Anggaran mencapai Miliaran Rupiah.

Seperti yang terjadi di Desa Inaoe, Kecamatan Rote Selatan Kabupaten Rote Ndao beberapa waktu lalu, sekelompok orang yang dipimpin oleh salah satu Mantan Anggota DPRD Rote Ndao yang berdomisili di Desa Nggelodae, melakukan Perusakan Jaringan perpipaan yang dibangung menggunakan APBD II Rote Ndao Tahun Anggaran 2016 lalu.

Tak tangung-tanggung, Pipa induk yang dibongkar paksa oleh sekelompok orang itu sepanjang kurang lebih 400 meter.

Saat dikonfirmasi media ini, minggu (27/12/2020) warga Inaoe yang meminta namanya tifak disebutkan mengatakan, pembongkaran jaringan pipa Air Bersih itu dilakukan pada Tanggal 31 Juli 2020 lalu, oleh sekelompok orang yang berasal dari Desa Nggelodae,

Menurut Sumber tersebut, saat pembonggaran itu terjadi masyarakat sekitar sempar melarang aksi sekelompok orang rersebut, namun mereka tidak mengindahkan larangan tersebit dan terus melakukan pembongkaran Pipa jaringan Air Bersih menuju dua Dusun di Desa Inaoe.

Masih Menurut Sumber tersebut, Pipa hasil pembongkaran tersebut kemudia dimuat menggunakan Mobil dan diduga dibawah ke rumah mantan Anggota DPRD Rote Ndao.

“Setelah mereka bongkar abis, mereka muat bawa ke rumah yang bersangkutan (mantan Anggota DPRD -Red) karena saat itu yang bawa mobil untuk muat pipa-pipa tersebut yang bersangkutan” Ungkap sumber yang tidak mau disebutkan namanya itu.

Sementara itu, Kepala Desa Inaoe Ferdinan Siokain yang dikonfirmasi media ini membenarkan adanya pembongkaran pipa Saluran Air di Desanya oleh sekelompok orang dari Desa Tetangga.

Menurutnya, saat pembongkaran itu terjadi dirinya diberitahukan oleh Sekertaris Desa Inaoe, setelah memdapatkan informasi tersebit ia bersama sekretaris dan benerapa warga langsung mendatangi lokasi pembongkaran, setibanya disana mereka memdapati orang -orang tersebut sedang membongkar Pipa Induk dan juga puluhan Meteran beserta pipa sambungan meter milik warga,

Ia mengaku sempat melarang pihak-pihak yang membongkar unguk tidak melanjutkan aktifitas mereka namun larangan tersebut tidak diindahkan,

Ketika ditanya adanya dugaan keterlibatan Mantan Anggota DPRD Rote Ndao dalam aksi tersebut, Siokain membenarkan hal itu, dan ia mengaku kecewa dengan tindakan yang dilakuka oleh Oknum mantan Anggota DPRD tersebut bersama kroni-kroninya.

Ditambahkannya, setelah permintannya tidak dihiraukan oleh Mantan Anggota DPRD bersama kroninya, ia langsung melaporkan hal itu ke kecamatan dan Polsek Rote Selatan,

Persoalan itu kemudian dimediasi oleh Pihak Kepolisian dan meminta mereka untuk mengembalika Pipa-pipa tersebut ke tempat semula, namun sayangnya saat dikemablika Pipa tersebut dilitakkan tidak beraturan, dan panjang pipa yang dikembalikan tidak sesuai dengan saat dibongkar ditambah lagi terdapat sambungan pipa yang tidak ada, selain itu pluhan meter air milik warga tidak disambungkan kembali.

Dalam kesempatan itu, Siokain meminta agar pemerintah Kabupaten segera turun tangan untuk mengatasi masalah ini, agar persoalan tersebut tidak menjadi sumber konflik ditengah masyarakay.

Siokaun juga meminta angar pemeri tah Daerah dalam.hal ini Bupati Rote Ndao dapat Memgambil Tindakan Tegas kepada Warga yang merusak fasilitas milik pemerintah di Desa Inaoe

” yah secara berjenjang sudah saya laporkan, baik Camat, dinas Teknis dalam hal ini Dinas Perkim maupun Bupati, tentu Bupati yang memiliki kewenangan untuk meni daklanjuti persoalan yang sudah kami sampaikan” ungkap Ferdinan Siokain

Untuk diketahui, Proyek Pemasangan Jaringan Air Bersih tersebut dikerjakan Menggunakan APBD II Kabupaten Rote Ndao Tahun Anggaran 2016  Sebesar Rp.1.324.000.000, sementara jumlah KK di desa Inaoe yang terpasang Meteran sejumlah 87 KK yang kemudian dibongkat pakasa oleh Oknum mantan Anggota DPRD bersama Kroninya

Pihak dinas Perumahan dan permukiman Kabupaten Rote Ndao hingga berita ini diturunkan belum bisa dikonfirmasi (BNC)

Pos terkait