beritantt.com
Menu

Dipimpin Wakil Ketua, Dewan Sidak RSUD Ba’a

83

Rote Ndao, BERITA NTT.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, (DPRD) Kabupaten Rote Ndao melakukan pemeriksaan mendadak terhadap Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Ba’a.

Sidak tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Rote Ndao, Paulus Henuk, SH, Jumad (03/01/2020).

Dalam kesempatan itu hadir juga beberapa anggota DPRD Rote Ndao yakni Ketua Fraksi Perindo Gustaf Folla, Ketua Fraksi PDI-Perjuangan Denison Mooy, ketua Bapemperda DPRD Rote Ndao Charlie Lian, Anggota Fraksi Hanura DPRD Rote Ndao Mesakh Zadrak Lonak.

Dalam sidak tersebut, wakil ketua DPRD bersama beberapa anggota memantau langsung beberapa ruangan rawat inap yang ada di Rumah Sakit tersebut termasuk ruang UGD, selain itu anggota Dewan juga berkomunikasi dengan beberapa pasien dan keluarga pasien yang ada di Rumah Sakit.

Wakil Ketua DPRD Rote Ndao Paulus Henuk, SH. yang dikonfirmasi usai sidak memberikan apresiasi kepada manajemen rumah sakit yang telah menjaga kebersihan Rumah sakit secara baik, sehingga dari aspek kebersihan RSUD Ba’a sudah cukup baik, Paulus meminta agar hal itu perlu dipertahankan dan ditingkatkan.

Sementara itu dari sisi kondisi gedung RSUD Sendiri, Paulus Menilai Gedung terlihat sangat mewah jika dilihat dari luar, namun sayangnya kemegahan gedung yang dilihat dari luar berbanding terbalik dengan kondisi dalam Gedung Rumah sakit tersebut,

Saat sidak itu, Anggota Dewan menemukan masih banyak Keran Air yang tidak berfungsi, distribusi air ke masing-masing ruangan juga tidak berjalan dengan baik sehingga terkadang air tidak mengairi beberapa ruang rawat nginap.

Keramik yang ditempel pada dinding dan tiang tembok terlihat copot dari tempatnya, AC di beberapa ruang rawat nginap termasuk ruang UGD rusak dan tidak berfungsi akibatnya pasien kepanasan dan menimbulkan pasien tidak nyaman, pelayanan petugas kesehatan di RSUD Ba’a juga terlihat masih kurang ramah.

Dewan juga menemukan adanya pekerjaan rumah sakit oleh kontraktor yang belum selesai padahal waktu kontrak sudah selesai, untuk itu dewan meminta agar pemerintah perlu menerapkan sanksi tegas kepada kontraktor yang tidak menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak yang ada

Dewan juga menemukan banyak ruangan yang belum terpakai (useless), banyak peralatan yang rusak, kontraktor yang mengerjakan pengadaan peralatan untuk peningkatan daya listrik di RS tidak sanggup melaksanakan pekerjaan tersebut sehingga tidak tersedia daya listrik yang memadai untuk mensupport kebutuhan rumah sakit,

Pada kesempatan itu, Para anggota Dewan juga memeriksa ruang mesin, saat itu dewan menemukan kondisi Automatic Swits dari listrik ke genset rusak sehingga genset tidak bisa digunakan pada saat listrik dari PLN padam.

Hal itu mengakibatkan kondisi rumah sakit gelap gulita saat Listrik PLN padam,

Dewan juga menilai kondisi tenaga medis di rumah sakit masih sangat kurang baik Dokter Spesialis, bidan maupun perawat

Peralatan-peralatan Laboratorium juga tidak luput dari pantauan anggota DPRD, ketua Fraksi PDI-P Denison Mooy menilai peralatan Laboratorium Rumah Sakit Umum Daerah Ba’a masih sangat minim,

Obat-obatan juga ketersediaannya sangat kurang sehingga keluarga pasien yang melakukan perawatan di Rumah Sakit harus menebus obat diluar rumah sakit.

Sementara itu, Ketua Fraksi Perindo Gustaf Folla meminta agar pemerintah kususnya manajemen rumah sakit perlu memperhatikan peningkatan SDM baik dari sisi kuantitas maupun kualitas tenaga medis

Gustaf mengatakan Rumah Sakit Memerlukan Personalia yang handal untuk mengurus masalah SDM yang ada maupun yang mampu merencanakan kebutuhan SDM.

Sedangkan Ketua Bapemperda DPRD Rote Ndao, Charle Lian yang dikonfirmasi mengatakan, untuk mewujudkan pelayanan rumah alit yang baik maka perlu adanya peningkatan managerial baik dibidang Clinis maupun non clinis (menegement rs),

Perlu juga dilakukannya training-training untuk peningkatan pelayanan terutama di front office sehingga setiap pasien dan keluarga bisa nyaman pada saat datang ke rumah sakit.

Sementara itu, Anggota Fraksi Hanura, Mesakh Zadrak Lona menyoroti soal ketersediaan mobil ambulance dan sopir agar pelayanan kepada para pasien tidak terhambat.

Menurut Mesakh, untuk memenuhi kebutuhan para pasien perlu ditambahkan mobil ambulance dan sopir agar pelayanan lebih kepada masyarakat tidak terhambat

Paulus Henuk menambahkan, guna mewujudkan pelayanan rumah sakit yang maksimal maka manajemen rumah sakit perlu menerapkan punishment and reward system sehingga setiap SDM yang ada di Rumah Sakit bisa lebih profesional.

Menurut Paulus, bagi tenaga medis yang berprestasi harus diberikan reward sedangkan bagi yang kurang dan berkinerja kurang baik harusnya diberi sanksi.

Pada kesempatan itu juga Paulus Menghimbau agar Semua komponen masyarakat dapat memberikan perhatian serius untuk peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat.

Paulus berharap Ke depan harus diupayakan supaya seminimal mungkin pasien-pasien dari Rote Ndao tidak lagi rujuk keluar yang menyebabkan perputaran uang lebih banyak keluar dari rote.

Paulus juga Menyoroti Maslah Grade Rumah Sakit yang saat ini hanya mendapatkan Grade D* dimana Grade tersebut merupakan grade terendah sehingga dibutuhkan kerja keras semua pihak untik meningkatkan grade minimal menjadi C dan seterusnya menjadi B.

Dewan berjanji kedepan pihaknya akan selalu berupaya semaksimal mungkin untuk mendorong penganggaran untuk Rumah Sakit Umum Daerah Ba’a agar dapat memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik dan memuaskan.

Dalam kesempatan sidak tersebut, Selain bertemu dengan Para Tenaga Medis yang sedang menjalanka tugas, para anggota DPRD juga berkesempatan untuk bertemu dengan Direktur RSUD Ba’a dan Kepala Dinas kesehatan Kabupaten Rote Ndao, drg. Suardi ( Hendrik)

Komentar Facebook

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More