beritantt.com
Menu

Cornelis Feoh : Golkar NTT Masih Butuh Lakalena

0 19

Rote Ndao, BERITA NTT.com – Tokoh Partai Golkar Kabupaten Rote Ndao Cornelis Feoh kepada media ini dalam kesempatan Kunjungan Kerja Anggota DPRD Provinsi NTT ke Kabupaten Rote Ndao beberapa waktu lalu menyampaikan, Partai Golkar NTT masih sangat membutuhkan kehadiran Politisi Golkar yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPD I Golkar NTT dan wakil ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Lakalena untuk kembali menahkodai DPD I Golkar NTT lima Tahun kedepan.

Hal ini disampaikan Feoh mengingat tidak lama lagi Partai Golkar NTT akan menggelar Musyawarah Daerah guna memilih ketua DPD I Golkar NTT periode lima tahun mendatang.

Menurutnya, Kehadiran Lala Lena di DPD I Golkar NTT membawa perubahan banyak bagi Partai berlambang Pohon Beringin tersebut.

Dalam memimpin Partai Golkar NTT dalam beberapa tahun terakhir, Laka Lena disebut mampu mengubah wajah Golkar yang sebelumnya didominasi oleh orang Tua dan kaum pria, kini Golkar sudah lebih banyak diisi oleh kaum milenial dan juga kaum perempuan.

” saya pikir, Golkar dewasa ini, khususnya dalam Tubuh DPD I Golkar NTT, sudah mengalami banyak perubahan, ada banyak orang muda yang diakomodir dalam kepengurusan Partai Golkar dan juga Porsi bagi Kaum perempuan yang duduk dalam jabatan-jabatan Strategis di Partai Golkar juga sudah mulai banyak, ini yang saya namakan perubahan besar di Tubuh Partai Golkar khususnya di NTT” Kata Ne’i Feoh

Ditambahkannya, Melki Lakalena memiliki jiwa kepemimpinan yang mumpuni, hal itu dapat dilihat dari gaya Komunikasi Politik yang dibangun oleh Lakalena selama menahkodai DPD I Golkar NTT periode yang sedang berjalan.

Selain komunikasi di Internal Partai, Cornelis Feoh menilai Melki mampu membangun Komunikasi lintas partai guna mewujudkan cita-cita partai Golkar dalam menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia kususnya Masyarakat NTT yang sejahtera

Untuk itu, Feoh berharap Dalam Musda partai Golkar NTT nantinya seluruh DPD II Partai Golkar se-NTT dapat menjatuhkan pilihan kepada Wakil Ketua Komisi IX DPR RI tersebut untuk kembali memimpin Golkar Lima Tahun Kedepan.

Feoh juga berharap, kedepan Melki Lakalena terus membangun Komunikasi yang intensif dengan para ketua DPD II Partai Golkar di NTT agar partai Golkar kembali merebut Kejayaan-nya di NTT dan menjadi Partai Pemenang Pemilu untuk setiap Perhelatan Politik yang dilaksanakan di negara ini.

Tidak hanya Cornelis Feoh, beberapa tokoh Golkar maupun pemilik hak suara dalam Musda Partai Golkar yang ada di NTT juga secara terang-terangan mendukung Melki Lakalena untuk kembali menahkodai Partai Golkar Lima Tahun mendatang.

Sebut Saja Ketua DPD II Golkar Kota Kupang, Jonas Salean kepada awak media beberapa waktu lalu, sudah menyampaikan secara terbuka untuk mendukung Melkilakalena dalam Musda mendatang, hal itu juga disampaikan ketua DPD II Golkar Kabupaten Kupang Jeri Manafe.

Sementara itu, Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah Kupang Dr. Ahmad Atang, juga berpendapat sama, menurut Atang
kepemimpinan Partai Golkar lima tahun ke depan tentu membutuhkan figur yang mampu membangun negosiasi politik karena dalam perjalanan akan terjadi momentum politik seperti Pilgub NTT 2023 dan Pilpres 2024. Pada titik ini,  sebut dia, Golkar membutuhkan figur yang memiliki mobilitas politik yang dinamis.

“Dalam pandangan saya,  tanpa mengintervensi kepentingan politik Golkar, figur seperti Melky Lakalena masih dibutuhkan oleh Golkar NTT saat ini. Selama lima tahun,  duet Melky dan Inhce Sayuna berhasil memimpin partai Golkar,” ujar Mad Atang

Pengamat politik asal Kedang ini menambahkan, figur lain seperti Yosep Nai Soi, Jefry Manafe, H. Muhammad Ansor dan H. Anwar Pua Geno  merupakan kader potensial yang dimiliki Golkar NTT saat ini. Namun menurut Atang,  posisi Melky masih menguntungkan Golkar karena sebagai anggota DPR RI, Melky mampu membangun komunikasi politik lintas generasi dan lintas vertikal maupun horizontal.

“Selama lima tahun memimpin,  Golkar tidak terjebak dalam politik pragmatis justru memperkuat posisi Golkar sebagai partai papan atas dalam menjaga dinamika politik lokal maupun nasional.  Disini style leadership Melky yang masih mudah dan tegas dalam menegakan marwa partai Golkar baik dalam internal apalagi dengan pihak eksternal,” katanya.

Dia menambahkan, Melky telah mampu meredam konflik internal dengan melakukan reposisi beberapa DPD II tanpa ada gejolak yang berarti.  Oleh karena itu,  dinamika Golkar hari ini dibawah Melky sebaiknya dilanjutkan.  “Tapi semua ini juga tergantung kemauan kader partai Golkar sendiri khususnya para pemegang hak suara di Musda,” pungkasnya (Hendrik)

Komentar Facebook

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More