Catut Nama Kapolres, RDH Dijebloskan ke Sel Tahanan

  • Whatsapp

Rote Ndao, BERITA NTT.com – Oknum Wartawan di Rote Ndao inisial RDH akhirnya dijebloskan kedalam Sel Tahan Polres Rote Ndao,

RDH ditahan Penyidik dengan Dugaan melakukan Pemerasan terhadap Yakit Yakobis Feoh, Pembeli tanah di Desa Oelolot Kecamatan Rote Barat, ironisnya untuk melancarkan aksinya pelaku nekat Mencatut Nama Kapolres Rote Ndao

Bacaan Lainnya

Demikian disampaikan Kapolres Rote Ndao AKBP Bambang Hari Wibowo, S.Ik melalui AIPTU Anam Nurcahyo dalam siaran Pers yang diterima Media ini Rabu, (19/02/2020) peteng

Dalam Siaran Pers tersebut, Anam menjelaskan, Kejadian tersebut bermula ketika pada hari Minggu tanggal 16 Pebruari 2020 sekitar pukul 22.00 wita pelaku RDH menelpon korban YAKIT YACOBIS FEOH dan memberitahukan bahwa dirinya dapat membantu korban untuk menyelesaikan permasalahan jual beli tanah yang saat ini ditangani oleh Polres Rote Ndao.

Dalam percakapan tersebut pelaku RDH meminta sejumlah uang dengan besaran Rp. 10.000.000 (sepuluh juta Rupiah) dari korban
YAKIT YACOBIS FEOH dengan alasan uang tersebut akan diberikan kepada Kapolres
Rote Ndao guna melancarkan pengurusan masalah tersebut.
Dengan nada memaksa pelaku RDH meminta agar uang tersebut segera diberikan kepada dirinya pada hari itu, namun karena alasan sakit korban YAKIT YACOBIS FEOH akhirnya memutuskan sambungan telepon tersebu

Kemudian keesokan harinya pada hari Senin tanggal 17 Pebruari 2020 sekitar pukul 09.00 Wita pelaku R.D.H kembali menelpon korban YAKIT YACOBIS FEOH
dengan mengatakan bahwa apabila pada hari ini uang tersebut tidak segera diantarkan, maka pelaku RDH akan meminta pihak Polres Rote Ndao untuk segera
menindak lanjuti masalah jual beli tanah tersebut.

Merasa takut dan terancam, akhirnya korban YAKIT YACOBIS FEOH menyanggupi permintaan tersebut dan meminta waktu agar dapat mengantarkan uang tersebut pada hari yang sama.

Sebelum korban mengantarkan uang kepada pelaku RDH, korban terlebih dahulu singgah di rumah saksi SOLEMAN BELA yang beralamat di Dusun Lenaoen, Desa Oelolot, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao dengan tujuan untuk meminta pertimbangan apakah akan menyerahkan uang tersebut atau
tidak, namun setibanya di rumah saksi dan saat membahas uang tersebut tiba – tiba
pelaku RDH kembali menelpon dan meminta agar segera uang tersebut diantarkan ke
rumah pelaku RDH

Akhirnya korban langsung menuju rumah pelaku, setibanya di rumah pelaku, korban YAKIT YACOBIS FEOH langsung menyerahkan uang sebesar Rp. 10.000.000 (sepuluh juta rupiah) kepada pelaku. Dengan dalih bahwa uang tersebut kurang dan ingin membantu korban maka pelaku menambahkan uang miliknya
sebesar Rp. 5.000.000 (Lima Juta Rupiah).

Uang tersebut yang berjumlah Rp.
15.000.000 (lima belas juta rupiah) selanjutnya dimasukkan ke dalam amplop berwarna putih dan dipegang oleh pelaku Kemudian pelaku bersama korban menuju ke rumah jabatan Kapolres Rote
Ndao dengan alasan akan menyerahkan uang tersebut langsung kepada Kapolres Rote
Ndao,

Setibanya di depan rumah jabatan Kapolres, pelaku menyuruh korban untuk membeli rokok di kios.
Korban kemudian bergegas untuk membeli rokok di kios
yang tak jauh dari rumah jabatan Kapolres Rote Ndao, selang tak lama kemudian pelaku menghampiri korban dengan mengatakan bahwa uang tersebut telah diserahkan kepada Kapolres Rote Ndao dan meminta agar korban pulang.

Modus yang digunakan Pelaku untuk memuluskan aksinya dengan cara Menakut-nakuti korban dan mengancam korban dengan membawa nama Kapolres Rote Ndao, dimana apabila korban tidak memberikan sejumlah uang yang diminta oleh pelaku maka pelaku akan meminta kepada Kapolres Rote Ndao untuk melanjutkan proses terkait permasalahan jual beli tanah yang terjadi, dan apabila korban memberikan sejumlah uang yang diminta oleh pelaku maka kasus tersebut akan segera diselesaikan. Dengan alasan dimana uang tersebut oleh pelaku R.D.H akan diberikan kepada Kapolres Rote Ndao agar masalah jual beli tanah yang sementara ditangani oleh Satuan Reskrim Polres Rote Ndao segera dihentikan

Untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut saat ini pelaku sudah ditahan di Sel Tahanan Polres Rote Ndao untuk 20 hari kedepan, pelaku diduga telah melanggar Pasal 368 Ayat (1) dan atau Pasal 378 KUHP tentang Pemerasan dan atau Penipuan, dengan ancaman hukuman 9 (sembilan) tahun penjara. (Hendrik)

Pos terkait