Bupati Rote Ndao Dipaksa Turun Dari Mimbar Dewan Terhormat

  • Whatsapp

Rote Ndao, BERITA NTT.com – Ada pemandangan yang kurang menarik pada Persidangan I DPRD Rote Ndao yang digelar di ruang sidang Paripurna DPRD Kamis (06/05/2021) siang, Bupati Rote Ndao Paulina Haning – Bullu dipaksa turun dari mimbar Dewan Terhormat saat sedang membacakan Nota Pengantar Keuangan LKPJ Bupati Rote Ndao Tahun Anggaran 2020

Hal itu terjadi akibat terdapat perbedaan total realisasi Lain-lain Pendapatan Daerah yang sah yang dibacakan oleh Bupati Rote Ndao dengan dokumen LKPJ yang diterima oleh Anggota Dewan dalam ruang sidang.

Bacaan Lainnya

Pantauan media ini di ruang sidang DPRD Rote Ndao, kejadian tersebut bermula saat Bupati sedang membacakan Laporan pertangggung jawaban, tiba-tiba disela oleh Wakil Ketua I DPRD Rote Ndao Yosia A. Lau dan langsung menyampaikan bahwa poin yang dibacakan oleh Bupati tidak sesuai dengan total sebenarnya jika dijumlahkan item-item pendapatan tersebut

Menurut Yosia Lau, jika seluruh pendapatan itu dijumlahkan nilainya jauh lebih besar dari realisasi pendapatan yang ada dalam dokumen LKPJ tersebut, sehingga Yosua Lau meminta agar Bupati tidak melanjutkan pembacaan LKPJ tersebut sebelum diperbaiki.

Permintaan Wakil Ketua DPRD itu tidak langsung membuat Bupati Turun dari Podium, Bupati sempat menunjukkan perlawanan dengan mengatakan agar Pimpinan sidang lebih beretika dalam menyampaikan pendapat, bupati tidak mau diselah saat sedang membacakan Laporan, bupati meminta agar pendapat Wakil ketua terkait dengan kesalahan dokumen tersebut disampaikan setelah ia selesai membaca Nota Pengantar LKPJ Tahun Anggaran 2020 tersebut.

Sayangnya permintaan Bupati tersebut tidak diindahkan oleh Wakil Ketua I DPRD Rote Ndao selaku Pemimpin Sidang, Yosua Lau tetap bersih keras agar bupati tidak melanjutkan pembacaan Nota Pengantar Keuangan sebelum diperbaiki item yang salah agar tidak terekam di risalah dan tidak menjadi bumerang bagi Pemerintah sendiri

“saya mohon maaf, sebaiknya ibu Bupati berhenti membaca Laporannya, dan perbaiki dulu baru lanjut, daripada nanti sudah terekam di risalah lalu semua anggota DPRD Menolak LKPJ ini kan lebih susah lagi” ungkap Yosia Lau.

Pernyataan Bupati soal Pimpinan sidang lebih beretika  mendapatkan respon keras dari Ketua Bapemperda DPRD Rote Ndao Charlie Lian,

Dikonfirmasi media ini usai skors sidang Charli mengatakan, yang mengatur jalannya persidangan andalah pimpinan Sidang yang juga merupakan pimpinan DPRD, untuk itu Bupati tidak punya hak mengatur Pimpinan dalam hal alur persidangan di ruang paripurna DPRD.

“Pernyataan seolah -olah pimpinan sidang tidak beretika ketika menyela pembacaan penyampaian nota keuangan menunjukan bahwa Bupati Tidak Paham mekanisme persidangan, pimpinan sidang yang mengatur jalannya persidangan kok di anggap tidak beretika? kita anggota saja bisa interupsi saat bupati bicara apalgi pimpinan sidang sekaligus pimpinan dewan?Bupati bukan atasan DPRD jadi tunggu beliau habis bicara baru kita sela ” ungkap Charlie

Menurut Charli, seharusnya Bupati bersukur masih ada ruang yang diberikan oleh pimpinan sidang kepada pemerintah untuk memperbaiki dokumen yang salah sebelum dilanjutkan di tingkat Pansus

“Fakta persidangan hari ini dengan agenda pembacaan pengantar nota keuangan yang dibacakan oleh Bupati Rote Ndao sangat jelas menunjukan ketidaksiapan pemerintah dalam menyajikan dokumen LKPJ, bagaimana mungkin selisih angka yang begitu besar di sajikan tanpa dikoreksi lebih dulu? ini kerja model apa kok menyampaikan dokumen yang amburadul seperti ini untuk dibahas” tambah Ketua DPC PPP Rote Ndao saat di konfirmasi media ini di Lobi lantai I DPRD Rote Ndao

Kesalahan tersebut menurut Charlie Lian sangat konyol, karena yang mengelola anggaran adalah pemerintah, untuk itu harusnya pemerintah paham betul alur penganggarannya, bukan malah bingung dalam menyajikan data.

“Kalau saja TAPD-nya lebih teliti maka persidangan hari ini tidak perlu di skors sampai esok hari, apalagi Bupati harus turun dari mimbar hanya untuk menunggu perbaikan dokumen, ini kan lucu. (BNC01)

 

Pos terkait