Besok, Seluruh Denominasi mulai Gelar Kebaktian Umum

  • Whatsapp

Rote Ndao, BERITA NTT.com – Setelah lebih kurang tiga bulan melaksanakan ibadah secara daring, pasca dikeluarkannya Surat Edaran Gubenur NTT terkait pemberlakuan New Normal, Minggu (14/6), seluruh denominasi gereja Kristen Protestan di Kabupaten Rote Ndao kembali akan melaksanakan ibadah umum di gedung gereja masing-masing.

Ketua Majelis Jemaat Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Syalom Mokdale Pdt John Famaney kepada wartawan, Sabtu (13/6), menjelaskan, mulai Minggu (14/6), akan mengelar ibadah perdana pada masa New Normal, akan tetap mematuhi Protokol Kesehatan Covid 19.

Menurutnya, kebaktian Minggu yang dahulunya biasa dilakukan pagi dan sore, sekarang dilakukan empat kali, di mana dua kali pada pagi hari dan dua kali pada sore hari.

Ia mengaungkapkan, gedung gereja Syalom Mokdale yang pada kondisi normal sebelum Covid-19 bisa menampung 300 orang, tetapi pada masa New Normal, telah direkayasa dengan mengatur tempat duduk berjarak kurang lebih satu setengah meter. Sehingga, hanya bisa menampung 80 orang saja, agar jemaat setelah pulang tidak khawatir akan terjadi hal yang diinginkan.

Untuk kepentingan ibadah di gereja, tambah Pdt John, pihaknya telah memberi anjuran kepada jemaat yang mau mengikuti ibadah di gereja harus datang dengan menggunakan masker dan harus dikenakan dalam ruangan saat ibadah berlangsung.

Selain itu, harus mencuci tangan atau yang membawa hand sanitizer sendiri untuk digunakan.
Ia juga menyampaikan, saat memasuki gereja jemaat akan diukur suhu badan oleh petugas di depan pintu masuk.

Jemaat yang suhu badan melampaui batas normal akan diarahkan untuk pulang beribah di rumah saja.

Gembala Sidang Gereja Bethel Indonesia (GBI) Menara Doa Pdt Hosea Elim mengatakan, dalam rangka melaksanakan ibadah di masa New Normal ini, pihaknya sudah memberitahukan kepada seluruh jemaat bahwa dalam rangka tetap melaksanakan protokol kesehatan dalam ibadah, maka ibadah Minggu yang biasanya dilaksanakan sekali pada pukul 08.00 Wita, akan dilakukan dua kali, yakni pada pukul 07.00 Wita dan pukul 09.00 Wita.

Menurutnya, kapasitas gedung ibadah saat ini yang memuat 100 orang, sudah disetting sesuai ketentuan physical dan social distancing, yakni hanya untuk 50 kursi saja. Sehingga, jika kursi sudah penuh dan ada jemaat yang baru datang, akan diminta menunggu jam ibadah berikutnya.

Dikatakan Pdt Hosea, selain pengaturan jarak, kepada jemaat yang akan mengikuti ibadah juga diwajibkan cuci tangan di tempat yang sudah disediakan, pakai masker, dan akan dilakukan pengukuran suhu badan sebelum memasuki gedung ibadah.

“Jadi kita mengikuti semua protokol kesehatan yang dianjurkan dan diwajibkan,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Gembala Sidang Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Eklesia Lekik Pdt Jermy Selan mengatakan, pihaknya akan menyesuaikan pelayanan ibadah Minggu sesuai dengan kebijakan New Normal dengan menerapkan semua protokol kesehatan.

Menurut Pdt Jermy, dirinya belum bisa memastikan berapa banyak jemaat yang datang untuk berbakti pada Minggu besok karena ini merupakan ibadah umum perdana setelah diperbolehkan kembali oleh pemerintah daerah.

Dikatakannya, selama ini ibadah Minggu dilaksanakan pagi dan sore, di mana pagi biasanya dihadiri sekitar 300-400 jemaat. Sementara ibadah sore hanya diikuti kurang lebih 100 orang.

“Kita sudah mengatur jarak kursi sesuai protokol kesehatan, tetapi kalau besok yang datang banyak, maka sebagain akan diarahkan untuk mengikuti kebaktian dari teras luar dan aula gereja. Jika masih tersisajuga, kita akan arahkan mengikuti ibadah sore,” katanya. (BNC01)

Pos terkait