Bendahara Benarkan LPJ Dana Partai DPC PDI-P Rote Ndao TA. 2019 Fiktif

  • Whatsapp

Rote Ndao, BERITA NTT.com – Dugaan Penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pengelolaan Dana Bantua Keungan Partai Politik, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kabupaten Rote Ndao terus bergulir

Setelah beberapa hari bungkam soal adanya Polemik tersebut, Bendahara DPC PDI-P Kabupaten Rote Ndao Dicson Suwongto akhirnya angkat Bicara

Bacaan Lainnya

Menurut Dicson, Laporan Pertanggungjawaban yang diajukan oleh Ketua DPC PDI-P Kabupaten Rote Ndao TA. 2019 sudah jelas fiktif, sebap dalam Laporan pertanggungjawaban tersebut tidak ditandatangani oleh Bendahara atau wakil Bendahara melainkan ditandatangani oleh Plt. Bendahara yang diangkat Oleh Ketua DPC PDI-P Kabupaten Rote Ndao

Dalam Anggaran Dasar Partai Demokrasi Indonsia Perjuangan tidak mengenal Plt Bendahara diangkat oleh DPC sebap yang berwenang mengangkat Plt. Dalam kepengurusan DPC adalah DPP.

Selain itu, dalam dokumen LPJ yang disampaikan oleh DPC PDI-P kepada Pemerintah maupun BPK RI perwakilan NTT terdapat beberapa anggaran yang diduga fiktif dan terdapat Tandatangan dari penerima juga dipalsukan oleh ketua DPC PDI-P Kabupaten Rote Ndao

Pada kesempatan Itu, Decson merincikan ada sejumlah anggaran yang ada dalam LPJ tersebut tidak sesuai fakta yang ada di lapangan diantaranya, Sewa Sekretariat DPC PDIP Tahun 2020 sudah dipertanggungjawabkan sementara pemilik rumah yang juga adalah Pengurus DPC PDI-P Ibu Erna Tomasui mengaku tidak pernah menerima Pembayaran Sewa Sekretariat Tahun 2020 termasuk Tandatangan milik Ibu Erna Tomasui juga dipalsukan

Pemalsuan itu juga terdapat pada kwitansi pembayaran sewa Jasa Mobil Rental yang berjumlah Rp.15.000.000, ternyata menurut pengakuan pemilik rental ia hanya menerima ongkos sewa rental sebesar Rp.2.000.000.

“pak wartawan bisa langsung konfirmasi ke Ibu Erna maupun Om Rony apa benar atau tidak apa yang saya bicarakan” ungkap Dicson sambil menunjukkan Surat Pernyataan dari kedua penerima tersebut.

Dicson juga mempertanyakan adanya Kwitansi Nomor BKU : 7 untuk pembayaran Biaya makan minum peserta kegiatan Muscab DPC PDI-P Kabupaten Rote Ndao sebesar Rp. 15.000.000 dengan rincian 300 porsi @ Rp.50.000, selain itu ada juga Kwitansi Nomor BKU : 10 untuk pembayaran Biaya Makan Minum peserta Kegiatan Workshop DPC PDI-P Kabupaten Rote Ndao sebesar Rp.10.000.000 dengan rincian : 200 porsi @ Rp.50.000

Menurut Dicson dirinya sebagi Bendahara sudah mencoba untuk menelusuri alamat Warung Lia yang ada dalam LPJ tersebut namun tidak ditemukan.

Ketika ditanya terkait sisa Kas yang dilaporkan Nihil oleh Ketua DPC PDI-P Kabupaten Rote Ndao, Dicson mengatakan, sisa Anggaran Partai yang bersumber dari dana Bantuan Keuangan Partai TA.2019 masih tersisa Rp. 23. 088.094, dana tersebut hingga saat ini masih tersimpan pada saldo Rekening Partai PDI Perjuangan Bank NTT.

“DPC PDI-P hanya memiliki Satu Rekening Penerimaan Dana Bantuan Keuangan Partai Politik dari Pemerintah, yang mana dalam rekening tersebut hanya dikususkan untuk menerima dana Bantuan Parpol dari Pemerintah, tidak ada dana lain yang masuk ke rekening tersebut, sehingga apa yg dilaporkan Ketua DPC Bahwa Sisa Kas nihil itu tidak benar” Tambah Dikson sambil menunjukkan Saldo Yang tersisa pada Buku Tabungan Partai PDI-P Kabupaten Rote Ndao

Seperti yang diberitakan media ini sebelumnya Ketua DPC PDI-P dalam Konferensi Perss yang digelar Senin (30/11/2020) membantah tuduhan tersebut,

Menurutnya pertanggungjawaban Dana Partai sudah dilakukan sesuai dengan mekanisme yang benar.

Terkait Sisa Kas Dana Partai yang masih ada pada Rekening Partai Denyson katakan bahwa Dana Bantuan Keuangan Parpol untuk TA. 2019 sudah habis terpakai, sedangkan sisa dana yang masih terdapat dalam saldo rekening Bank tersebut adalah bantuan dari sumber lain

“Kalau soal kas itu ada dari beberapa sumber, jadi bisa saja itu dari sumber lain, tetapi untuk dana yang bersumber dari Bantuan Keuangan Partai sampai dengan 31 Desember Nihil, ucap Ketua Fraksi DPRD Kabupaten Rote Ndao tersebut. (BNC 01)

Pos terkait