10 Pekerja Di Cottage Milik Pemrov NTT Di Mulut Seribu Digaji Menggunakan APBD Rote Ndao

  • Whatsapp

Rote Ndao, BERITA NTT.com – Sepuluh Orang Pekerja yang dipekerjakan pada sejumlah Cottage dan restaurant milik Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur di Lokasi Obyek Wisata Mulut Seribu, Kecamatan Landu Leko Kabupaten Rote Ndao digaji menggunakan APBD Kabupaten Rote Ndao.

Hal itu terungkap dalam pembahasan LKPJ Bupati Rote Ndao Tahun Anggaran 2020 oleh Pansus DPRD Rote Ndao beberapa waktu lalu.

Ketua Pansus DPRD Rote Ndao Erasmus Frans Mandato, yang dikonfirmasi media ini beberapa waktu lalu di lobi lantai I DPRD Rote Ndao membenarkan adanya TKD Kabupaten Rote Ndao yang dipekerjakan pada Cottage milik Pemerintah Provinsi NTT.

“saat pembahasan bersama mitra OPD Kebudayaan dan Pariwisata, kami sempat pertanyakan soal keberadaan 10 orang TKD tersebut, namun pihak pemerintah dalam hal ini OPD yang membidangi itu tidak mampu memberikan jawaban yang memuaskan” kata Erasmus.

Menurut Erasmus, seharusnya para pekerja di Cottage tersebut dibayar oleh pemda Provinsi bukan malah dibebankan pada APBD Rote Ndao, lagipula pemasukan dari hunian tersebut tidak masuk ke Pemda Rote Ndao melainkan ke Pemerintah Provinsi.

Senada dengan Erasmus, Anggota Komisi B DPRD Rote Ndao Charlie Lian meminta Bupati Rote Ndao Paulina Haning – Bullu harus menjelaskan keberadaan 10 TKD yang bekerja di Cottage milik Pemrov NTT, menurut Charlie keberadaan Cottage maupaun obyek wisata mulut seribu selama ini tidak memiliki kontribusi bagi peningkatan PAD Kabupaten Rote Ndao, akan tetapi Bupati justru menempatkan TKD di sejumlah Cottage milik Pmrov tersebut dan dibayar menggunakan APBD II Kabupaten Rote Ndao.

“ini sebenarnya ada apa antara Bupati Rote Ndao dengan Pemprov sampai Bupati relah mempekerjakan sejumlah TKD di aset Pemrov yang mana aset tersebut tidak berkontribusi untuk Kabupaten Rote Ndao.

Masih menurut,Charlie, setiap Tahun pemerintah Daerah selalu beralasan bahwa Anggaran untuk TKD tidak mencukupi sehingga terdapat sejumlah tenaga Kesehatan yang harus bekerja sebagai sukarelawan di Puskesmas maupun Rumah Sakit Umum Daerah Ba’a, tetapi Anggaran untuk membayar Gaji TKD yang bekerja di Aset Provinsi Pemda Rote Ndao Mampu, untuk itu wajar jika masyarakat bertanya ada apa sebenarnya Bupati Rote Ndao dengan Pemrov NTT” ungkap Charlie Lian.

Dalam kesempatan itu, Charlie meminta agar Bupati Rote Ndao segera menarik kembali sejumlah TKD yang bekerja pada sejumlah Cottage milik Pemerintah Provinsi NTT untuk dipekerjakan pada Obyek wisata milik Pemda Kabupaten Rote Ndao

Kabag Umum Humas dan Protokol Setda Kabupaten Rote Ndao Handry Bessie yang dikonfirmasi media ini melalui Pesan Whatsupp tidak merespon pertanyaan wartawan media ini, tampak pesan yang dikirim oleh wartawan sudah dibaca oleh yang bersangkutan ditandai dengan telah muncu centang dua berwarna biru.

Untuk diketahui, salah satu dari 10 orang  Tenaga Kontrak Daerah yan dipekerjakan di Obyek wisata tersebut salah satunya merupakan manager pada salah satu cootage milik pemprov NTT (BNC 01)

Pos terkait