Warga Papella Pertanyakan Pungutan Biaya Pengurusan Keterangan Usaha di Desa

Rote Ndao, BERITA NTT.com – Waga Desa Papella Kecamatan Rote Timur Kabupaten Rote Ndao Mempertanyakan biaya pengurusan Keterangan Usaha yang dipungut oleh Kepala Desa bersama kroninya beberapa waktu lalu.

Hal ini disampaikan warga mengingat biaya sebesar Rp. 15.000 per Orang itu tidak disetor di Kantor Desa melainkan disetor ke Rumah Kepala Desa dan diterima oleh Mas Tono, Suami dari Kepala Desa Papella Mardia Laduma.

“besaran Pungutan biaya pengurusan Keterangan Usaha Tersebut memang terlihat sedikit, namun dengan banyaknya Warga yang mengurus keterangan usaha yang mencapai 200 lebih orang maka uang tersebut tentunya cukup banyak, dan anehnya uang itu bukan diperuntukkan sebagai Pendapatan Desa melainkan diduga untuk kepentingan Kepala Desa dan Kroninya” ungkap Rosita saat ditemui media ini dikediamannya di Desa Papela Minggu (22/9/2019)

Menurut Rosita, ia merasa ada kejanggalan dalam pungutan biaya Sebesar Rp. 15.000 kepada warga yang hendak mengurus Keterangan Usaha di Desa,

Kejanggalan tersebut berawal dari pengurusan Keterangan Usaha tersebut yang tidak dilakukan di Kantor Desa melainkan di rumah Kepala Desa Papella,

Selain itu, Biaya Administrasi untuk pengurusan surat keterangan itu tidak dipungut oleh Kepala Desa ataupun Aparat Desa Lainnya, melainkan dipungut oleh Suami dari Kepala Desa Papella.

Ditempat terpisah, Sa’adia yang juga ikut mengutus keterangan usaha di Kantor Desa setempat juga mengatakan, Dirinya juga telah menyetor Uang sebesar Rp. 15.000 tersebut,

Ia mengaku saat itu ia tidak memberikanlangsung ke Kepala Desa namun ia menitipkan uang tersebut ke tetangganya yang kebetulan juga ikut mengurus Keterangan usaha ke Rumah Kepala Desa.

” Memang itu hari saya tidak antar langsung tapi saya titip di tetangga kebetulan mereka hendak ke rumah Kepala Desa untuk mengurus Keterangan usaha tersebut” Kata Sa’adiah yang dibenarkan oleh tetangganya yang membawa uang tersebut ke Rumah Kepala Desa dan diterima oleh Suami dari Kepala Desa Mas Tono

Hal senada juga disampaikan oleh Fatmawati Warga Dusun Anlaso yang mengatakan ia menyetor uang sebesar Rp. 15.000 tersebut ke Rumah kepala Desa dan diterima oleh Suami dari Kepala Desa Papella

Sementara itu, Kepala Desa Papella Mardia Ladamu yang dikonfirmasi di kediamannya membenarkan adanya Pungutan sebesar Rp. 15.000 kepada warga yang mengurus keterangan usaha di Desanya.

Pungutan tersebut digunakannya untuk Membeli ATK untuk kepentingan pembuatan keterangan usaha bagi warga.

Ketika ditanya apakah Ada Peraturan Desa (Perdes) yang mengatur soal pungutan tersebut, Mardia mengaku sejauh ini belum ada aturan terkait dengan Pungutan tersebut.

Meski demikian Mardia membantah tuduhan masyarakat yang mengatakan bahwa pungutan tersebut dipergunakan untuk kepentingan pribadinya

“Betul ada pungutan saat pengurusan Keterangan usaha oleh Warga, tetapi yang itu bukan untuk saya pakai pribadi melainkan digunakan untuk membeli ATK guna penerbitan Keterangan Usaha Bagi Warga” Ungkap Mardia

Selain pungutan biaya administrasi tersebut, Mardia juga membantah Tudingan masyarakat soal Pungutan uang lelah sebesar Rp.100.000/ warga yang mendapatkan pinjaman dan KUR di BRI

Pada kesempatan itu, Warga meminta kepada Bupati Rote Ndao dal hal ini OPD Teknis untuk mberikan pembinaan kepada Kepala Desa Papela atas tindakan sewenang-wenang yang dilakukannya selama ini

Warga bahkan meminta agar, Bupati Rote Ndao bisa mengganti Penjabat Kepala Desa Papela agar situasi di Desa dapat berjalan baik. (Hen)