Terhimpit Ekonomi, Dua Siswa SD Negeri Oelasin Memilih Tak Ke Sekolah

Rote Ndao, BERITA NTT.com – Sungguh miris nasib yang dialami. Yunita Adu (11) dan Fernandus T. Adu (13) siswa k sekolah dasar Negeri (SDN) Oelasin, Desa Oelasin Kecamatan Rote Barat Daya Kabupaten Rote Ndao, Akibat himpitan ekonomi yang mendera, Kedua siswa ini terpaksa meninggalkan bangku sekolah.

Demikian disampaikan Jeremi Mandalla Ketua Komunitas Safari Peduli Kasih Rote, yang dikonfirmasi media ini melalui Sambungan Telepon Selulernya Sabtu (01/02/2020) petang.

Dikatakannya, Kedua Siswa tersebut saat ini tingal sendirian di rumah yang beratapkan Daun Lontar milik mereka, sementara Orang tua mereka tidak ada bersma-sama dengan mereka.

” dari cerita kedua anak tersebut, katanya kedua orang Tua Mereka Sudah Lama berpisah, mamanya sudah lama meninggalkan mereka, sedangkan bapaknya sudah beberapa tahun ini berada di Kupang,” ungkap Jeremi mengisahkan apa yang diceritakan oleh kedua anak tersebut.

Untuk bertahan Hidup, Yunita Adu Mengaku, dirinya bersama sang kakak terpaksa harus membantu melaksanakan pekerjaan di rumah-rumah tetangga sekitar sehingga mendapatkan sedikit uang untuk membeli beras.

Ketika ditanya mengapa sudah seminggu lebih keduanya tidak ke sekolah, Yunita mengaku sang kakak tidak kesekolah karena pakaian seragam miliknya sobek, sedangkan sang adik tidak bisa ke sekolah karena selama ini mereka tidak punya sabun mandi sehingga dirinya tidak bisa mandi untuk ke sekolah.

Lanjut Jeremi, Kondisi kedua anak tersebut memang sangat memprihatinkan, Hidup layaknya anak yatim piatu tanpa Kedua Orang tua, tinggal di Rumah layaknya Gubuk yang sebenarnya sangat tidak layak bagi Manusia untuk dijadikan Tempat Tinggal Sehari-hari, mereka bahkan tidak bisa belajar dengan baik karena Tidak ada penerangan Dirumah itu, saat malam tiba mereka hanya bermodalkan Satu Buah Senter untuk menerangi Tidur mereka.

Baca Juga:  Paulina Haning -Bullu "Seolah-olah Tak Mengakui Dirinya Sebagai Bupati"

Jeremi mengaku, Komunitas yang dinahkodainya menaruh perhatian serius terhadap kondisi ekonomi yang dialami kedua anak tersebut, untuk itu, hari ini (Minggu, 02/02/2020) seluruh anggota Komunitas akan menggelar rapat bersama guna memutuskan apa yang bisa dilakukan oleh komunitas Safari Peduli Kasih Rote dalam meringankan beban yang dipikul oleh kedua anak tersebut.

“bagi kami prinsipnya kedua anak tersebut harus kembali bersekolah dengan baik, untuk itu yang paling utama tentu kita harus bantu sarana pendukung bagi mereka untuk dapat kembali melaksanakan Proses KBM di sekolah dengan baik, apalagi yang kakak itu saat ini sudah kelas VI (enam) SD,” Tambah Jeremi

Selain itu, Jeremi juga mengatakan, Pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin untuk bisa meringankan beban hidup kedua anak tersebut, hal itu selaras dengan berdirinya komunitas ini, yakni Komunitas ” Safari Peduli Kasih Rote”, sejauh ini komunitas Safari Rote Sudah melakukan aksi-aksi Sosial berupa pembagian Sembako kepada keluarga Kurang Mampu dan juga Membantu Bedah Rumah bagi salah satu Lansia, dan masih banyak lagi kegiatan yang dilakukan.

Soal pembagian Sembako, Jeremi mengaku sejauh ini Pembagian sembako sudah dilakukan di beberapa kecamatan diantaranya, kecamatan Rote Barat, Rote Barat Laut, Rote Barat Daya, Rote Selatan dan Lobalain, kedepan rencananya akan terus berlanjut ke arah tengah dan ke timur serta terakhir dai Kecamatan Ndao Nuse.

Sememtara itu, Jekson Manuain Guru walikelas VI SDN Oelasin yang dikonfirmasi melalui telepon seluler mengaku, kondisi kedua anak tersebut diketahuinya berawal dari absennya Fernandus T. Adu, selama satu Minggu lebih.

“Karena yang bersangkutan tidak pernah masuk sekolah selama satu Minggu lebih, akihirnya saya berinisiatif untuk pergi mencaritahu apa yan menjadi penyebab siswa tersebut tidak masuk sekolah, ternyata ketika saya sampai ke rumahnya memang sungguh memprihatinkan kehidupan dua orang siswa tersebut, Fernandus sebagai kakak dia juga harus berperan sebagai ayah bagi adiknya untuk mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari, tidak hanya itu, Fernandus juga harus menjadi ibu bagi adik perempuan sematawayang itu,” ungkap Jekson Manuain

Baca Juga:  Sepanjang Tahun 2019 Pencapaian Kegiatan P4GN Oleh BNK Rote Ndao Sebanyak 144 Kegiatan

Kondisi ini yang membuat kedua siswa tersebut terpaksa tidak bisa mengikuti KBM selama Satu Minggu lebih ini.

Jekson mengisahkan, tidak hanya Kebutuhan makan Minum sehari -hari, kondisi rumah milik mereka juga sangat memprihatinkan, mereka tinggal di rumah selayaknya Gubuk, yang hanya berlantai tanah, dengan dinding yang terbuat dari Bebak yang sudah lapuk, dan beratapkan Daun Lontar, rumah mereka juga jauh dari Penerangan dimalam hari, untuk menerangi mereka dimalam hari keduanya hanya mengandalkan satu Buat Senter yang dinyalakan beberapa jam saja sebelum mereka tidur

Lanjut Jekson, sebagai wali kelas dirinya sudah memberikan dorongan agar kedua siswa tersebut tetap melanjutkan pendidikan di SDN Oelasin, dirinya juga berjanji kepada Fernandus untuk menggantikan pakaiana seragamnya yang sobek dengan yang baru,

Ia berharap mulai Senin besok, kedua anak tersebut sudah bisa kembali mengikuti kegiatan Belajar mengajar di Kelas dengan baik (Hendrik)

Komentar Facebook