Pj. Kades Papella Dituding Lakukan Pungli di Desa

Rote Ndao, BERITA NTT.com – Penjabat Kepala Desa Papela Dituding telah melakukan Pungutan Liar sebesar 100.000 rupiah terhadap ratusan warga yang mengajukan Pinjaman Dana KUR ke salah satu Bank milik Pemerintah di Kabupaten Rote Ndao.

Tudingan tersebut dilontarkan oleh beberapa warga yang ditemui BERITA NTT.com di kediaman mereka di Desa Papella Minggu (22/09/2019) siang.

Saidah Domu warga RT/RW 06/03 Dusun Tasisu Desa Papella yang ditemui di kediamannya mengatakan, dirinya dimintai uang sebesar Rp. 100.000 oleh Ibu Ibu Kepala Desa melalui salah seorang warga, hal itu terjadi setelah ia melakukan pencairan Dana KUR di Kantor BRI Unit Pantai Baru.

” Tiga hari setelah pencairan pinjaman Dana KUR, mama Desa suru orang datang ke rumah saya untuk minta uang 100 ribu, tapi saya bilang uang apa? Menurut dia katanya uang untuk mama desa karena mama dong sudah dapat pinjaman Dana KUR, tetapi saya Tolak akhirnya dia pulang” Kata Sa’dia

Tidak hanya sampai disitu, tiga hari setelah itu Orang suruhan Kepala Desa kembali lagi kerumah Sa’adia guna meminta uang tersebut, akhirnya Sa’adia terpaksa memberikan uang itu kepada Orang suruhan Kepala Desa Papella

Senada dengan Sa’adia, Rosita Sulaeman yang ditemui dikediamannya mengaku dirinya juga didatangi oleh kepala Dusun yang mengaku disuruh oleh Kepala Desa untuk meminta Uang 100 ribu untuk diserahkan kepada kepala Desa, namun ia tidak mberikan uang tersebut dengan alasan urusan pinjaman tersebut adalah urusan dirinya dengan pihak Bank

Rosita bahkan mengaku dirinya juga sempat bersitegang dengan Kepala Desa melaluk Telepon seluler, saat ia mempertanyakan perihal uang 100 ribu yang diminta oleh kepala Dusun yang katanya disuruh oleh Kepala Desa.

Menurut Rosita, dalam.telepom tersebut Kepala Desa mengaku bahwa jika tanpa dirinya yang menghubungi Pihak Bank maka masyarakat tidak akan mungkin mendapatkan Pinjaman Dana KUR dari pihak Bank, untuk itu uang 100 ribu tersebut sebagai uang cape buat dirinya yang telah memperlancar urusan tersebut.

“Setelah kepala dusun datang minta uang ke saya, saya langsung telpon Kepala diesa saya tanya itu uang 100 ribu untuk apa? Mama desa jawab saya bilang itu uang untuk Mas (panggilan untuk Suami dari Kepala Desa) yang telah menghubungi Pihak Bank untuk mperlancar proses pinjaman tersebut, tapi saya bilang saya tidak kasih kalau untuk itu tetapi kalau untuk sumbangan ke Desa saya siap kasih” Tamba Rosita

Sementara Itu, Fatmawati Warga Dusun Anlaso Desa Papella kepada media ini mengaku dirinya dimintai uang 100 ribu oleh Kepala Desa di tempat hajatan pesta perkawinan keluarganya,

Menurutnya saat itu Kepa Desa mengatakan bahwa uang pemberiannya itu tdak cukup untuk membeli Lipstik miliknya

Akibat perbuatan kepala Desa tersebut Fatmawati mengaku dirinya sangat malu karena diminta di muka umum oleh kepala Desa

” Terus terang saya malu sekali karena mama Desa minta saya dihadapan Banyak orang, bahkan saat itu dia bilang Kalau kamu tidak kasi maka saya akan tagi kamu dalam bentuk Utang” kata Fatmawati menirukan pembicaraan Kepala Desa Kala Itu

Kepala Desa Papella Mardia Laduma yang ditemui media ini dikediamannya mengatakan dirinya tidak pernah meminta uang seperti yang disampaikan oleh warganya.

Dijelaskannya, ihwal pemberian uang lelah oleh para penerima Pinjaman Dana KUR tersebut berawal dari suaminya mastono melakulannpendekan dengan pihak Bank BRI Cabang Ba’a dengan tujuan agar pihak Bank dapat memberikan kemudahan kepada warga Desa Papella untuk mengajukan Pinjaman Lunak di Bank Tersebut.

Setelah suaminya melakukan pendekatan, akhirnya Pihak Bank bersepakat untuk bertemu dengan warga Papella.

Setelah dilakukan pertemuan bersama pihak Bank di kediaman kepala Desa Akhirnya warga diminta untuk memasukkan berbagai berkas persyaratan untuk mendapatkan Pinjaman tersebut ke rumah kepala Desa untuk dibawa oleh suami kepala Desa tersebit ke Bank.

Disela-sela pertemuan tersebut, warga yang mengajukan pinjaman tersebut bersepakat untuk mberikan semacam uang lelah kepada Suami Kepala Desa setelah mendapatkan Pinjaman dari Bank, namun saat itu Mardia mengaku suaminya menolak hal itu.

Dirinya juga tidak menyangka akan ada warga yang datang memberikan uang tersebut kepada suaminya, meski demikian dirinya maupun suaminya selalu menolak saat ada warga yang datang memberikan uang tersebut, namun beberapa warga tetap bersikeras untuk memberika. Uang itu kepada Suaminya, bahkan ada yang sengaja menyimpan di warung miliknya dan langsung pergi.

Hal itu juga dibenarkan oleh Afriadi Salleh yang mengatakan bahwa apa yang ia berikan kepada Suami dari kepala Desa adalah merupakan Pemberiannya dari hati sebagai penghargaan terhadap upaya yang dilakukan oleh Suami Kepela Desa tersebut.

“Terus terang bapa Wartawan, saya juga salah satu penerima Pinjaman Dana KUR yang difasilitasi oleh Suami Dari Kepala Desa Papella, dan saya juga kasih Uang lelah untum beliau, itu bukan karena diminta tetapi mang saya yang mau sampaikan ucapan terima kasih kepada beliau, karena kalau tanpa beliau saya tentu tidak mungkin dapat pinjaman tersebut, ” ungkap Afriadi

Afriadi juga merasa patut berterima kasih kepada suami dari Kepala Desa yang telah membantu danendukung Kepala Desa untuk meningkatkan Ekonomi masyarakat melalui berbagai bidang pbangunan, salah satunya adalah Bidang pberdayaan Ekonomi

Afriadi meminta agar, masyarakat Desa Papella terutama para penerima Pinjam Mestinya bersyukur karena sudah diberi kudaham Bukanalah Menuduh orang yang sudah membantu dengan tuduhan yang tidak benar.

Informasi yang dihimpun media ini di Desa setempat, bahwa jumalh warga yang mengajukan pinjaman tersebut sekitar 200 KK, namun tidak semua menerima Pinjaman Dana KUR padahal mereka sudah menyetor Uang 15. 000/ KK untuk memudahkan proses administrasi

Terkait hal itu, Kepala Desa mengaku dari sekian banyak yang mengajukan Pinjaman Dana KUR, yang sudah terverifikasi dan dinyatakan layak menerima baru 9 KK dan saat ini mereka sudahencairkan dana tersebut di Ban BRI, sementara yang lain masih dalam proses ferifikasi dan akan dicairkan secara bertahap oleh Pihak Bank (Hen)