Pernyataan Leonard Haning Saat Penutupan Vestifal Mulut 1000 Menuai Kecaman

Rote Ndao, BERITA NTT.com – Pernyataan Ketua PKK Kabupaten Rote Ndao, Leonard Haning saat diberikan kesempatan membawakan Sambutan Selaku Maneleo Inahuk di Acara Penutupan Vestifal Mulut 1000 Senin (28/10/2019) menuai kecaman dari berbagai pihak.

Salah satu Yang mengecam Pernyataan Mantan Orang Nomor Satu di Rote Ndao tersebu yakni Anggota Fraksi Perindo DPRD Rote Ndao, Paulus Henuk, SH,

Paulus yang dikonfirmasi di media ini di kantor DPRD setempat mengatakan, Org yang tifak mau dikritik/diberi evaluasi atas apa yg dilakukan itu menunjukkan manusia yang merasa dirinya sempurna, padahal faktanya justru terbalik

Selain itu menurut Paulus, Orang yang telinganya terlalu tipis tanpa menyaring isu -isu yang masuk ke telinganya menunjukkan tipe orang yang pendek akal sehinga bisanya marah -marah dan menunjuk orang lain yg mengkritik itu adalah orang cacat, padahal yang cacat moral itu adalah mereka-mereka yang merampok APBD, Dana Desa, menadah fee Proyek dari kontraktor yg akhirnya menyebabkan kondisi jalan, embung -embung, bangunan dan pembangunan lainnya kualitasnya tdk bisa dipertanggung jawabkan.

Cacat lainnya adalah orang yang suka melakukan chat mesum dgn istri orang/perempuan lainnya yg bukan istrinya.

Paulus juga menambahkan, Orang yang cacat nalar itu adalah dia yang mengambil waktu dan tempat yang bukan ruang dan waktunya untuk bicara menyalahkan orang lain dgn membuat pernyataan yang keluar dari nalar orang sehat yakni menyatakan orang yang mengkritik pemerintah adalah org cacat.Untuk itu, Paulus menghimbau agar omongan orang-orang seperti itu tidak perlu di dengar karena orang seperti itu masuk dalam golongan orang yang cacat pikir dan cacat nalar

Hal yang sama juga disampaikan oleh Anggota Fraksi Hanura DPRD Rote Ndao dari Fraksi Hanura, Feky Boelan, yang dimintai tanggapan oleh media ini.

Menurut Feky, pemimpin harusnya tidak anti kritik, sebab kritikan pada dasarnya disampaikan agar pemimpin tersebut dapat melakukan perbaikan jika ada kebijakan yang dipandang keliru,

“Harusnya pemimpin menerima kritikan tersebut dan mulai berbanah demi kemajuan sebuah daerah, bukan malah menusuk orang yang kritik sebagai orang cacat” kata Feky,

Kecaman terhadap Leonard Haning juga datang dari Nitizen, Postingan yang di Upload oleh Akun Nur Pello Rote di Grup Anak Rote Anti Korupsi dibanjiri komentar dari berbagai pengguna Facebook, beberapa pemilik akun Facebook bahkan mempertanyakan siapa Leonard Haning, dan kapasitasnya saat berbicara pada acara resmi pemerintahan.

Inilah beberapa komentar para Nitizen terkait dengan pernyataan Leonard Haning,

@Ianto Que -Punk . Hanya orang bodoh, orang rakus dan orang yg mengganggap kekuasaan itu abadi. Sehingga, mereka tidak mau d kritik, mereka takut kekuasaan d ambil alih.

Mereka berpikir bhw demokrasi itu hanya milik mereka…

Pilihannya cuma satu: rakyat harus sadar dan bangkit melawan….

Ingat, kecenderungan Politik Dinasti akan melahirkan KORUPSI. Faktanya Banten itu sdh ditangkap semua

#LawanDinasti

@Nel Nunuhitu. Klu yg kritik pemerintah di sebut org cacat mk yg tdk mau di kritik adalah org mengong….atau kelainan jiwa….hehe

@Mikha Lessy. Wajar begitu karna bapatua suami dari ibu Bupati.
Trus son mau dikritik?
Mau buat semua sesuka hati sa ko? Bupati ada karna rakyat, sangat wajar kalau rakyat kritik.

@Kristian Thonak. Kasian sekali…kalau di kritik maka sadr diri su..berarti diri “anda” di level kurang bagus… Jadi pemimpin kok gagal paham….seharusnya #bapakjadimamaataumamajadibapa….berterima kasih lah..

Ada juga yang mempertanyakan Apakah Yang bupati saat ini Leonard Haning ataukah istrinya, (Hendrik)