Pemda Rote Ndao Diskriminatif Dalam Penerimaan CASN

Kupang, BERITA NTT.com – Pemerintah Rote Ndao dinilai sangat diskriminatif dalam penerimaan Calon Aparatur Sipil Negara Tahun Anggaran 2019

Hal itu disampaikan oleh Ketua Fraksi Demokrat Sejahtera DPRD Rote Ndao, Petrus J. Pelle yang ditemui Media Ini di Bandar Udara Eltari Kupang Rabu (20/11/2019) siang

Dikatakannya, apa yang dilakukan oleh Bupati Rote Ndao mengenai perekrutan Calon ASN di lingkup kabupaten Rote Ndao menunjukkan tindakan arogansi Bupati terhadap para pencari kerja di Kabupaten Rote Ndao.

Bupati dinilai terlalui diskriminatif, dalam merekrut Calon ASN tahun anggaran 2020, yang mana dalam pengumuman yang memuat Persyaratan dan Formasi yang dibutuhkan terdapat beberapa poin yang tidak menggambarkan keberpihakan pemerintah kepada seluruh Masyarakat Rote Ndao.

Menurut Pelle, arogansi Bupati Rote Ndao tergambar jelas pada Syarat Kusus Bagi Pelamar yang hendak mengikuti Seleksi ASN di Kabupaten Rote Ndao, dimana pada Syarat Kusus Poin 2 bagi pelamar Tenaga Kesehatan yang ingin melamar diutamakan kepada mereka yang namanya ada dalam keputusan bupati mengenai Ikatan Dinas dan yang masih aktif sebagai Tenaga Kontrak Daerah

Hal yang sama juga berlaku bagi Pelamar Guru kelas yang diutamakan untuk Guru-guru yang saat ini masuk dalam Tenaga Kontrak Daerah.

Bagi Pelle, hal itu menujukkan bahwa Bupati Rote Ndao tidak memikirkan nasib para pencari kerja di Rote Ndao yang tidak masuk dalam golongan tenaga Kontrak Maupun yang berikatan dinas.

” Paulina Haning sebagai Bupati harusnya tidak sewenang-wenang mengeluarkan aturan seperti itu, Rote Ndao ini bukan milik dia dan kroninya saja tetapi milik seluruh masyarakat Rote Ndao” kata Petrus Pelle

Pelle menuding” persyaratan khusus yang dimuat dalam pengumuman tersebut sengaja dibuat untuk menjegal orang lain agar tidak bisa ikut mendaftar, mengingat TKD yang saat ini diangkat oleh Bupati Paulina Haning rata-rata TKD baru dan merupakan hasil balas Jasa Paulina terhadap Tim suskesnya saat Pilkda yang lalu.

” Ini kan hanya mau jegal orang yang tidak dukung mereka saja, buktinya banyak TKD yang sudah lama mengabdi di Rote Ndao sebagai TKD justru diberhentikan oleh Bupati, dan mengangkat Orang baru untuk jadi TKD, dengan tujuan ketika ada penerimaan ASN seperti ini mereka-mereka yang sudah lama mengabdi tidak mendapatkan kesempatan untuk ikut serta dalam Seleksi” Tambah Pelle

Sementara itu, Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu yang dikonfirmasi media ini melalui WhatsApp tidak merespon, Wartawan media ini juga berusaha untuk mengkonfirmasi Sekretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao Jonas M. Selly melalui WhatsApp namun sekda justru meminta Wartawan media ini untuk membaca kembali pengumuman yang ada.

Tidak sampai disitu, Wartawan BERITA NTT.com juga mengirimkan Screenshot pengumuman dengan melingkari Persyaratan Kusus pada Poin 2 dan 3 sertaeminta penjelasan dari Sekda soal Makna Poin yang dilingkari tersebut, namu Hingga berita ini diturunkan Sekda tidak memberikan jawaban (Hendrik)