CLBK Jadi Motif Pembunuhan Ibu Rumah Tangga di Oebela

Rote Ndao, BERITA NTT.com- Setelah melewati proses yang cukup panjang dan memakan waktu selama 42 hari, akhirnya Penyidik Reserse dan Kriminal Polres Rote Ndao berhasil mengamankan Pelaku pembunuhan terhadap Marince Ndun warga Desa Oebela Kecatan Rote Barat Laut Kabupaten Rote Ndao pada Tanggal 20 Agustus 2019 lalu.

Dalam kasus tersebut, Penyidik tidak hanya mengamankan Pelaku yang bertindak sebagai Eksekutor, tetapi para aktor intelektual juga berhasil diamankan.

Selain berhasil menangkap para pelaku, Polisi juga berhasil mengungkap motif dibalik pembunuhan terhadap Marince Ndun,

Kapolres Rote Ndao AKBP Bambang Hari Wibowo, S.Ik dalam Jumpa Pers yang berlangsung di Mako Polres Rote Ndao Selasa (08/10/2019) petang mengatakan, motif pembunuhan terhadap pelaku adalah Cinta Lama Bersemi Kembali (CLBK) antara Suami Korban Marten Luther Adu (MLA) (55) dengan Belandina Henuk (BH) alias Dina (53) yang sempat menjalin Hubungan pacaran namun kandas, hingga akirnya mereka berdua berpisah dan menikah dengan pasangan masing-masing.

Meski masing-masing mereka telah memiliki rumah tangga yang sah, namun antara MLA dan BH ternyata kemudian kembali menjalin hubungan spesial hingga akhirnya mereka berencana untuk menghabisi Korban Marince Ndun yang adalah Istri sah dari MLA.

Guna melancarkan rencana mereka, MLA dan BH akhirnya bersepakat mencari orang untuk mengeksekusi Korban, hingga akhirnya pelaku otak pembunuhan tersebut menemui Efraim Lau alias Efa (55) dan memintanya untuk menghabisi korban dengan bayaran Rp. 18.000.000.

Setelah adanya kesepakatan antara Pelaku Otak Pembunuhan dengan sang eksekutor akhirnya pada Tanggal 20 Agustus 2019 Tersangka EL mengeksekusi Korban di rumahnya menggunakan senjata api rakitan Laras panjang.

Dalam jumpa pers itu, Kapolres yang didampingi beberapa pejabat Polres Rote Ndao dan Kapolsek RBL juga menunjukan beberapa barang bukti yang berhasil diamankan penyidik diantaranya 1 pucuk senjata api rakitan, 3 buah Handphone, pakaian yang digunakan oleh para pelaku pada saat kejadian, pakaian yang dikenakan Korban, dan susah peluru yang dipakai untuk menembak pelaku.

Kepada para tersangka disangkakan melanggar pasal 340 KUHP Subsider pasal 338 KUHP lebih subsider pasal 354 ayat (2) KUHP Ko pasal 55 ayat (1) Ke-1 dan Ke -2 KUHP dengan ancaman hukuman Pidana Mati atau Pidana Penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 Tahun.

Selain itu penyidik juga menerapkan pasal 1 ayat (1) Undang -Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang memiliki, menguasai, menggunakan, Senjata Api Rakitan Secara Ilegal (Hen)