Tersangka Korupsi PLTS Dodaek Kembalikan Kerugian Negara

Rote Ndao, BERITA NTT.com- Tersangka Korupsi Kasus Pengadaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Desa Dodaek Johanis Mesah (Kontraktor) dan Daniel Zacharias (PPK) Mengembalikan Kerugian Negara Yang diakibatkan dari Pekerjaan Proyek tersebut sebesar Rp.196.500.000,00

Penyerahan Uang Jaminan Kerugian Negera tersebut dilakukan Langsung oleh Tersangka Johanis Mesah kepada Kajari Rote Ndao H. Edi Hartoyo, SH., MH yang didampingi oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi NTT Heri Franklin Pada Hari Selasa (02/10) siang. Hadir Juga Pada Kesempatan itu Satu Tersangka Lain yakni Daniel Zacharias.

Uang senilai Rp.169.500.000 merupakan total keseluruhan kerugian negara yang dihitung oleh Jaksa Penuntut Umum bersama Penyidik Polda NTT berdasarkan Hasil Perhitungan Kekurangan Spesifikasi oleh Tim Teknis dari Politeknik Negeri Kupang.

Saat dikonfirmasi Soal Dugaan Kerugian Negara Yang Awalnya Berjumlah Rp. 800 Juta lebih, Kajari Rote Ndao membenarkan bahwa sejak awal penyelidikan kasus tersebut, diduga telah merugikan Negara Sebesar Rp. 800 Juta lebih, hal itu berdasarkan Hasil Audit Investigasi yang dilakukan Oleh BPKP,

Namun dalam Tahapan penyelidikan, selama Kasus ini berproses dari Penyidik ke Kejaksaan, pihak Penuntut Umum di kejaksaan Tinggi kembali melakukan perhitungan berdasarkan Temuan Kekurangan Spesifikasi yang dilakukan oleh Tim Ahli, sehingga mendapatkan hasil Kerugian yang sebenarnya hanya sebesar Rp. 169.500.000,00 dan Total kerugian ini sudah dikembalikan semuanya oleh Tersangka.

“Memang betul awalnya kerugian negara mencapai 800 Juta lebih tetapi, setelah kita sesuaikan dengan hasil perhitungan kekurangan Spesifikasinya oleh Tim dari Poltek, ternyata kerugian negara hanya Sebesar 169 Juta lebih saja” ungkap Kajari.

Uang Titipan tersebut langsung diserahkan oleh Kejari Ba’a kepada Pihak Bank BRI Cabang Ba’a untuk ditransfer ke Rekening Titipan Milik Kejaksaan Tinggi NTT.

“Uang titipan tersebut sudah kita serahkan ke Pihak Bank dan nanti mereka yg akan transfer ke Rekening Titipan Milik Kejaksaan Tinggi, mengingat Kejari Rote Ndao Belum memiliki Rekening Titipan sendiri” Tambah Kajari

Terkait dengan pengembalian seluruh kerugian Negara yang dilakukan oleh Tersangka, Kejati katakan, Pengembalian Kerugian Negara ini tidak menggugurkan Proses Hukum yang sedang berjalan, tetapi berdasarkan pasal 4 UU Tipikor bahwa, Pengembalian Kerugian Negara Akan menjadi pertimbangan Penuntut Umum untuk meringankan Tuntutan Hukuman Kepada Tersangka.

Kejari juga menambahkan bahwa, setelah dilakukan penyerahan Tahap II kedua tersangka tidak ditahan oleh Kejaksaan Negeri Rote Ndao, mengingat Kedua tersangka Sangat Kooperatif dalam mengikuti semua proses Hukum yang sedang dijalani, dan juga adanya jaminan dari keluarga tersangka.

Kajari berjanji dalam waktu sepekan ini pihaknya akan melimpahkan Berkas perkara dan kedua tersangka ke Pengadilan Tipikor Kupang untuk segera disidangkan,

Untuk diketahui Kasus tersebut ditangani oleh Penyidik Polda NTT, kemudian dinyatakan P21 oleh Kejaksaan Tinggi NTT, setelah itu Kejati NTT melimpahkan perkara tersebut ke Kejaksaan Negeri Rote Ndao untuk dilanjutkan ke proses penuntutan.

Awalnya telah ditetapkan 4 orang tersangka yakni, Kontraktor Pelaksana, PPK, dan dua Orang Panitia Pengadaan, setelah sempat ditahan beberapa waktu oleh penyidik, akhirnya ke empat Tersangka dibebaskan namun proses hukum tetap berlanjut dan saat ini baru Dua Tersangka yang diproses lanjut Yakni Kontraktor dan PPK, sedangkan Dua Tersangka lainnya blum diproses hukum. (BNC-01)

share on: