Bangunan Gedung RSUD Ba’a diduga Tak Sesuai Spek

Rote Ndao, BERITA NTT.com – Pembangunan Lima Unit Gedung Rumah Sakit Umum Daerah Ba’a yang menelan Dana Puluhan Miliyar Rupiah tersebut, diduga kuat tidak sesuai dengan spesifikasinya.

Pasalnya, Bangunan Yang baru saja diserahkan oleh Kontraktor untuk digunakan oleh Pihak Rumah Sakit itu, kini sudah dalam kondisi Rusak berat,

Banyak Tembok Yang Berlubang, sebagian Besar Toilet tidak dapat dimanfaatkan, gedung tersebut juga minim penerangan.

Satu Gedung lainnya yakni Gedung yang rencananya akan dimanfaatkan untuk ruangan Bedah, hingga saat ini belum bisa digunakan akibat luas pintu yang dikerjakan terlalu kecil sehingga sulit bagi pihak Manajemen rumah sakit untuk memasukkan alat Operasi ke Ruangan tersebut.

“Yah ini gedung belum bisa kita Gunakan, karena kita kesulitan memasukkan alatnya kedalam ruangan, jadi pintu masuknya yang rencana akan diperbesar dulu baru kita bisa” kata Direltur RSUD Ba’a beberapa waktu lalu saat Pansus DPRD Rote Ndao Meninjau Rumah Sakit tersebut

Meski dalam Kondisi Rusak, Pihak Rumah Sakit terpaksa harus tetap memanfaatkan bangunan tersebut, mengingat Pelayanan Kesehatan bagi masyarakat Tidak bisa dihentikan,

Toilet di Ruang – ruang Rawat Nginap banyak yang tidak terpakai akibat Rusak berat, hal ini sangat menyulitkan pasien yang dirawat di Rumah Sakit tersebut.

Wartawan media ini sempat mewawancarai keluarga pasien yang ada di rumah sakit tersebut, mereka mengatakan, Kemegahan Rumah Sakit yang mereka lihat dari Luar ternyata berbanding terbalik dengan kondisi yang ada didalam Gedung tersebut.

Mereka mengaku kaget ketika masuk ke ruang Rawat Nginap dan melihat kondisi ruangan yang terdapat banyak kerudakan, seperti Tembok Yang Berlubang, keramik pecah – pecah, plafon Ambruk, atap Bocor bahkan toilet tak dapat berfungsi.

Mereka juga mengaku, selama berada dalam ruangan mereka selalu waspada – was takut tertumpah reruntuhan plafon, karena kondisi plafon yang sudah mulai retak – retak bahkan ada yang mulai ambruk.

Kondisi ini memang sangat memprihatinkan, sehingga beberapa waktu lalu Pansus DPRD meminta agar Penyidik segera melakukan Penyelidikan atas pelaksanaan Proyek Pembangunan Rumah Sakit tersebut yang telah menelan Anggaran Puluhan Miliyaran Rupiah tersebut.

Kuat Dugaan Pekerjaan Proyek Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Ba’a tersebut dikerjakan oleh Satu Kontraktor saja,

Informasi yang dihimpun media ini, menyebutkan proses tender proyek tersebut juga diduga bermasalah pasalnya, perusahaan yang mengikuti Tender proyek tersebut adalah milik satu Kontraktor saja yang membawa lebih dari satu Perusahaan dalam proses tender proyek tersebut.

Polisi Juga tak Tinggal diam, melalui saat dikonfirmasi media ini Jumat (27/4) kemarin Kapolres Mengatakan saat ini penyidik sedang mengumpulkan Bahak Keterangan dan informasi yang berkaitan dengan Pelaksanaan Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Ba’a itu.

Semua proses sudah diserahkan kepada Kasat Reskrim bersama tim penyidik, untuk menentukan apa saja langkah – langkah yang diambil oleh mereka untuk melakukan penyelidikan terhadap persoalan tersebut. (Hendrik)

share on: