Sistim Pembayaran Tunjangan Guru – Guru di Rote Ndao Jadi Perhatian Serius Bima -Erenst

 

Rote Ndao, BERITA NTT.com – sistim pembayaran Tunjangan Bagi Para Guru seperti Tunjangan Perbatasan dan juga Tunjangan lainnya yang selama ini dilakukan secara manual oleh Pihak Dinas PKO Kabupaten Rote Ndao akan menjadi perhatian serius dari Calon Bupati Dan Calon Wakil Bupati Rote Ndao Periode 2018 – 2023, Bima Theodorianus Fanggidae dan Erenst S.Z. Pella, M.Si yang biasa dikenal dengan panggilan Paket LONTAR.

Demikian disampaikan Calon Wakil Bupati Rote Ndao dari Paket Lontar Erenst S.Z. Pella saat dikonfirmasi media ini di kediamannya Sabtu (21/4) siang.

Dikatakannya, diera globalisasi saat ini, perkembangan teknologi menjadi sangat pesat, hal itu juga mempengaruhi tumbuhnya dunia perbankan sampai ke pelosok-pelosok Daerah,

Semakin bertumbuhnya Dunia Perbankan tentunya akan mempermudah masyarakat untuk mengakses segala kebutuhan mereka di Bank-bank yang berada disekitar mereka

Untuk itu Pemerintah juga harusnya memanfaatkan sumberdaya yang dimiliki daerah ini untuk meningkatkan efektifitas kerja dari ASN yang ada di Kabupaten Rote andao terutama Para Guru yang bertugas mencerdaskan Generasi penerus bangsa ini.

Salah satunya berkaitan dengan Pembayaran Tunjangan Bagi Guru-guru di Kabupaten Rote Ndao, yang selama ini dilakukan secara manual yang tentunya akan menggangu aktifitas belajar mengajar mereka, apalagi pembayaran Tunjangan itu dipusatkan di Dinas PKO Kabupaten.

Pembayaran yang dilakukan secara manual dan dipusatkan di PKO Kabupaten akan sangat mengganggu Tugas Pokok Para Guru sebagai pengajar dan Pendidik, selain itu pembayaran secara manual bisa saja menimbulkan Konflik akibat guru2 yang berdesakan mengantri ditambah lagi kalau ada Sisa pembayaran yang terpaksa ditunggak hanya karena kurang ketersediaan uang.

Untuk Itu, Erenst dalam kesempatan itu mengatakan, Pihaknya telah menyusun strategi, pembayaran seluruh Tunjangan Guru – Guru di Kabupaten Rote Ndao dilakukan secara langsung melalui Bank, agar para Guru hanya fokus pada Proses KBM di sekolah.

Hal itu menurut Erenst, akan mengefisiensi waktu, dan juga menghindari konflik akibat saling curiga diantara bendahara dengan para ASN,

” Jangan sampai nanti ketika dibayar ada uang kurang 1000 atau 2000 nanti jadi masalah, memang nilai uang sejumlah itu sangat kecil, tetapi jika dikalikan dengan banyak ASN yang ada di Rote Ndao yang berhak menerima tunjangan tersebut maka besar nilainya, nah ini yang nanti jadi masalah” ungkap Erenst.

Selain itu, bagi Erenst dengan sistim pembayaran melalui rekening Bank akan memudahkan para Guru untuk mengambil kapan saja, dan juga tidak mengganggu proses KBM yang terjadi di sekolah, hanya saja proses penyetoran ke Bank itu yang harus diperbaiki agar penyetoran dilakukan tepat waktu.

Masih menurut Erenst, menciptakan Pemerintahan yang bersih adalah cita-cita Paket Lontar, hal itu akan mereka wujudkan ketika mereka terpilih menjadi Pemimpin Daerah ini Lima Tahun kedepan.

Erenst Menghimbau kepada para Guru dan seluruh ASN yang ada di Kabupaten Rote Ndao, agar jangan takut Intimidasi, atau apapun yang dilakukan oleh pihak -pihak tertentu, tentukanlah pilihan masing – masing sesuai dengan hati nurani, (Hendrik)

share on: