Bima – Erenst Janjikan Bangun Asrama Pemda Untuk Mahasiswa Asal Rote Di Kupang

 

Rote Ndao, BERITA NTT.com – Pasangan Calon Bupati Dan Wakil Bupati, Bima Theodorianus Fanggidae dan Erenst S.Z. Pella, M.Si rencananya Dalam Program 100 harinya jika mereka berdua terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Rote Ndao Pada Tanggal 27 Juni Mendatang, pihaknya akan membangun Asrama Pemda Bagi Putra/Putri Asal Kabupaten Rote Ndao yang melanjutkan Pendidikan Di Perguruan Tinggi di Luar Daerah kususnya di Kupang.

Hal ini guna menjawab pengeluhan Mahasiswa, asal Rote yang berada diluar kususnya di Kupang, mengingat selama ini mereka cukup kesulitan mendapatkan pemondokan yang layak akibat pendapatan Orang Tua mereka yang serba pas -pasan

Menurut, Bima Pembangunan Asrama Pemda harusnya sudah dipikirkan oleh pemerintah sebelumnya, karena saat ini cukup banyak putra Putri Rote Ndao yang melanjutkan pendidikan mereka di Luar Daerah kususnya di Kupang,

Dengan adanya, Asrama Yang representatif, tentunya sudah bisa membantu beban Orang Tua dalam hal biaya pemondokan sehingga orang tua hanya berpikir soal biaya makan minum dan kebutuhan mahasiswa lainnya,

Masih menurut Bima, dalam Program paket Lontar untuk lima tahun Kedepan jika nantinya terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Rote Ndao, pihaknya akan memberikan Beasiswa penuh bagi seluruh Mahasiswa Asal Rote Ndao, baik yang melanjutkan Pendidikan Di Kabupaten Rote Ndao maupun yang berada di Luar Rote Ndao.

“Jadi selain kita Bangun Asrama untuk mahasiswa diluar Daerah, kita juga akan memberikan Beasiswa penuh bagi semua Putra Putri Rote Ndao yang melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi, baik di Luar Rote Maupun Di Rote Ndao sendiri” Ungkap Bima.

Ketika ditanya soal, darimana Anggaran untuk membiayai program tersebut mengingat APBD Kabupaten Rote Ndao saat ini baru mencapai 700 Miliar lebih, Bima mengatakan, kalau ada calon kepala Daerah yang masih pikir – pikir atau masih tanya-tanya bahwa uangnya dari mana untuk menyukseskan program bagi masyarakat maka sebaiknya orang itu tidak usah mencalonkan diri lagi karena bisa dipastikan yang bersangkutan tidak layak,

Menurut Bima, langkah awal yang akan mereka lakukan setelah mereka memimpin Daerah ini adalah dengan melakukan efisiensi anggaran untuk semua sektor pembiayaan yang dianggap kurang bermanfaat, termasuk diantaranya biaya operasional Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah harus dilakukan Rasionalisasi secara menyeluruh sehingga hasil efisiensi tersebut bisa dipakai untuk kepentingan masyarakat.

“Kalau ada calon Bupati dan Calon Wakil Bupati bilang mau ambil Uang darimana maka sebaiknya mereka itu tidak usah Calon saja, karena tugas Bupati dan wakil Bupati adalah mencari Uang untuk menyukseskan Program kegiatan demi terwujudnya kesejahteraan rakyat, bulan malah sebaliknya tanya lagi ke masyarakat mau ambil Uang dari mana, kalau begitu lebih baik masyarakat saja yang jadi Bupatinya” Tambah Bima.

Berbekal Pengalaman bekerja di Bank Dunia dan di Perserikatan Bangsa – Bangsa, Bima mengaku dirinya punya jaringan untuk mendapatkan beasiswa dari negara Donor untuk membiayai mahasiswa Asal Rote Ndao yang memiliki kemampuan akademik bagus, bahkan beasiswa tidak hanya untuk jenjang S1 melainkan sampai pada jenjang S3 tergantung kemampuan mahasiswa -nya

Wakil Ketua DPRD Rote Ndao, Petrus J. Pelle, yang dikonfirmasi media ini mengatakan, Pihaknya sangat mendukung Program yang dicanangkan oleh Paket Lontar, selaku Wakil Ketua DPRD pihaknya akan bekerja sama dengan Paket Lontar jika Nanti terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati, untuk menyukseskan program Paket Lontar, kususnya terkait dengan Pembangunan Asrama Bagi Mahasiswa dan juga pemberian beasiswa bagi seluruh mahasiswa tanpa pandangan bulu

Menurut Pelle, sebenarnya APBD Rote Ndao sangat cukup untuk menjawab semua kebutuhan masyarakat Rote Ndao jika pemerintah mau melakukan efisiensi anggaran, karena ada banyak anggaran yang dipakai tidak pada peruntukannya sehingga asas manfaatnya tidak ada bagi masyarakat. (Hendrik)

share on: