Ruas Jalan Gero-Aemali Rusak Parah

Boawae, BERITA NTT.com- Persoalan rusaknya sejumlah ruas jalan dikabupaten Nagekeo menjadi persoalan yang tidak kunjung selesai walaupun usianya sudah 11 tahun, sejak daerah ini dimekarkan menjadi daerah otonom pada tahun 2006 yang lalu.

Hal ini dapat dilihat dari buruknya sejumlah ruas jalan yang menjadi penunjang perekonomian masyarakat kabupaten nagekeo, misalnya ruas Jalan Gero- Aemali yang berada dikecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo.

Jalan yang dibangun sejak  Nagekeo masih bergabung dengan kabupaten Ngada hingga kini tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah kabupaten Nagekeo.

Stevanus salah satu pengendara yang melintasi jalan tersebut  Senin ( 28 /03/2018) kepada media ini mengaku, dirinya meyayangkan minimnya perhatian pemerintah terhadap ruas jalan gero-aemali yang kondisinya sangat memprihatinkan.

Menurutnya akibat ruas jalan yang rusak parah tersebut perjalanan sejumlah pengendara menjadi terganggu, apalagi terdapat banyak lubang dan serakan krikil di ruas jalan tersebut.

Saya sangat menyayangkan minimnya perhatian pemerintah Nagekeo terhadapat ruas jalan Gero-Aemali, perjalanan kami jadi terganggu, apalagi disini banyak jalan lubang dan krikil, ” katanya kepada media ini.

Matias salah satu warga Desa Gero, mengaku rusaknya sejumlah ruas jalan tersebut diakibatkan hujan lebat yang menguyur wilayah tersebut ahkir-ahkir ini, sehingga banyak aspal yang terkikis air hujan.

Selain itu, minimnya sejumlah drainase di wilayah tersebut menyebabkan jalan menjadi rusak dan berlubang,”katanya kepada media ini.

Matias berharap pemerintah segera melakukan perbaikan sejumlah ruas jalan yang rusak, apalagi ruas jalan tersebut merupakan salah satu jalan menuju kota mbay.

Aktivis dan orang muda asal kecamatan Boawae Pian uze mengaku dirinya merasa prihatin dengan sikap pemerintah Nagekeo yang tidak memperhatikan sejumlah ruas jalan Gero-Aemali.

Menurutnya cita-cita pemerintah untuk mengsejaterakam masyarakat nagekeo harus di imbangi dengan perbaikan sejumlah insfrastuktur yang baik, sehingga mobilitas masyarakat menjadi lancar dan aman.

Pantuan media sejumlah ruas jalan yang paling parah  rusak ada di desa Gero, dimana serakan krikil yang berasal dari aspal yang terkupas berserakan di ruas jalan tersebut, Bahkan beberapa lubang diruas jalan tersebut  menjadi genangan air hujan.

Ruas jalan yang paling parah kedua berada di kelurahan Ratongamobo, merupakan tetangga dari desa Aemali, dimana sejumlah material berupa pasir dan krikil berserakan di ruas jalan tersebut.

Sejumlah pengendara roda dua maupun roda empat yang melewati ruas jalan tersebut terpaksa mengurangi kecepatan kendaraan mereka.(Belmin)

share on: