Bima -Erenst, Pastikan Industri Gula Semut Berstandar Nasional didirikan Di Rote Ndao Jika Mereka Terpilih

 

Rote Ndao, BERITA NTT.com – Persoalan Ekonomi yang melilit Warga Masyarakat Rote Ndao hingga saat ini belum dapat diatasi dengan baik,

Angka Kemiskinan Di Kabupaten Rote Ndao selama kurun waktu 15 Tahun terakir masih sangat tinggi meskipun pemerintah mengeluarkan banyak kebijakan Program guna Menekan angka Kemiskinan Di Daerah ini,

Peliknya persoalan ini membuat para Kandidat Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Rote Ndao periode 2018 2023 yang saat ini sedang mengikuti Kontestasi Pilkada Serentak harus mampu melahirkan Visi -Misi dn berbagai program yang tidak hanya sebagai pemanis bibir melainkan lebih pada bagaimana menghasilkan sebuah program yang langsung menyentuh masyarakat agar harapan akan peningkatan Masyarakat dapat tercapai selama masa kepemimpinannya lima tahun mendatang.

Bima Theodorianus Fanggidae dan Erenst S.Z. Pella sebagai salah satu Kandidat yang ikut bertarung dalam Pilkada Rote Ndao saat ini yang lebih dikenal dengan nama Paket Lontar mengaku punya cara jitu dan tidak membutuhkan Anggaran yang besar untuk meningkatkan Pendapatan Masyarakat Kabupaten Rote Ndao.

Menurut Bima Fanggidae, sektor yang paling cepat mendatangkan uang bagi masyarakat adalah Sektor Pertanian, mengingat sebagian besar masyarakat Rote Ndao bekerja sebagai petani,

Hal ini diperkuat lagi dengan adanya potensi pertanian yang menjanjikan yang dimiliki oleh Masyarakat Kabupaten Rote Ndao, hanya saja sejauh ini pemerintah belum melihat potensi itu sebagai salah satu potensi yang dapat meningkatkan Pendapatan Masyarakat.

Bagi Bima salah satu Potensi Pertanian yang sangat menjanjikan adalah Potensi Hasil sadapan Pohon Lontar, yang mana Lontar mampu menghasilkan berbagai produk turunan yang jika dikelola secara baik maka akan menghasilkan pendapatan yang luar biasa bagi masyarakat terutama yang berada di wilayah pedesaan.

Salah satu Produk Turunan dari Lontar yang masuk dalam program 100 hari Bima – Erenst yakni Produksi Gula Semut, bagi Bima Gula Semut Rote Ndao mampu menembus pasar – pasar Domestik maupun Pasar Internasional, namun sejauh ini sentuhan pemerintah terhadap usaha ini sangat minim sehingga tidak mampu mendongkrak perekonomian masyarakat.

“Kami sudah mengambil sampel Gula Semut Rote Ndao dan Melakukan penelitian di IPB, hasilnya Gula Semut Rote yang diproduksi saat ini masih banyak debu, sehingga sulit untuk menembus pasar Nasional maupun Internasional” Ungkap Bima.

Untuk itu, kedepan menurut Bima jika mendapatkan kepercayaan dari masyarakat pihaknya akan intens mengembangkan produk ini menjadi produk unggulan daerah dan harus mendapat Standar Nasional Indonesia (SNI).

Untuk mewujudkan hal itu, saat ini pihaknya telah membangun kerjasama dengan investor yang akan membangun Industri Gula Semut di Rote Ndao, investor tersebut bersedia membeli Hasil sadapan Pohon Lontar dari masyarakat untuk kmudian diolah menjadi Gula Semut yang tentunya Berstandar Nasional.

“selaku orang swasta saya memangbtidak mau punya program yang terlalu membual, ini kan sudah ada di Rote Ndao hanya saja pasarnya belum menjanjikan sehingga orang – orang malas sadap Lontar, tetapi kalau kita siapkan pasar tentunya banyak yang akan berebutan menyadap Lontar karena mereka sudah tau ada uang kalau mereka sadap Pohon Lontar” tegas Bima.

Lebih lanjut Bima memberikan contoh di salah satu Daerah di wilayah Rote Ndao Bagian Timur tepatnya di Kimadale, ada seorang asing yang membeli Hasil Sadapan Pohon Lontar setiap pagi dengan harga Rp. 1000/ liter, jika dalam sehari satu orang penyadap mampu memberikan nghasilkan 100 liter air Nira maka tentunya yang bersangkutan sudah mendapatkan Rp. 100.000 dalam satu hari. Jika dikalikan dengan satu bulan pendapatan satu orang penyadap bisa mencapai Rp. 3.000.000, ini tentunya sangat menjanjikan untuk masyarakat petani kususnya bagi para penyadap Lontar.

Dalam kesempatan itu, juga Bima mengaku mengingat waktu produksi Lontar cukup singkat maka pihaknya akan mengembangkan produk pertanian lainnya yang juga memiliki Nilai Ekonomis tinggi dan sudah ada permintaan pasar yang sangat tinggi sehingga setelah masyarakat menanam hasilnya langsung dipasarkan karena sudah ada pasar yang disiapkan.

“saya lihat selama ini pemerintah kasi uang ke masyarakat, suruh masyarakat tanam berbagai jenis tanaman Pertanian, namun begitu di panen petani bingung mau dipasarkan kemana, akirnya apa yang diprogramkan tidak bisa membawa perubahan ekonomi bagi masyarakat Rote Ndao Pada umumnya, pola ini yang akan kami Rubah, kami hanya akan Fokus pada Produk pertanian yang mendapatkan Permintaan pasar tinggi sehingga hasil pertanian yang di Produksi oleh masyarakat tidak mubasir melainkan membawa perubahan untuk perekonomian masyarakat itu sendiri ” Kata Bima yang juga adalah Pengusaha yang bergerak di berbagai Bidang Usaha itu. (Hendrik)

share on: