Diduga Karena Sakit Tak Kunjung Sembuh, Herman Henuk Memilih Gantung Diri

 

Rote Ndao BERITA NTT.com – Herman Henuk (33) Warga Dusun Boni Desa Boni Kecamatan Rote Barat Laut, memilih mengakhiri Hidupnya dengan gantung diri menggunakan seutas tali di Dapur rumahnya sendiri. Diduga Korban Depresi akibat Sakit yang dideritanya tak kunjung sembuh,

Kapolsek Rote Barat Laut, IPDA Jems Mbau yang dikonfirmasi media ini mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, (29/3) sekitar pukul 05.30 Wita.

Sebelum ditemukan Tewas Gantung diri, malamnya sekitar pukul 03.00 Dinihari istri Korban Mendatang ruang belakang Rumah korman dan tidur bersama Korban.

Selang beberapa lama, tepatnya sekitar pukul 05.00 pagi Ibu Kandung Korban datang dan membangunkan Istri Korban sembari bertanya soal keberadaan Korban, karena saat itu Korban sudah tidak ada diasamping istrinya lagi.

Tanpa firasat apa-apa Istri Korban Silviana Limbe menjawab pertanyaan ibu Kandung Korban bahwa Mungkin Korban sudah bangun dan tidur di Kamar yang lain, namun setelah di cek di kamar lain ternyata Korban tidak berada ditempat.

Istri Bersama Ibu Kandung Korban pun langsung mencari korban ke Rumah sanak keluarga yang ada di dekat Rumah Korban namun keluarga yang ditemui mengaku tidak melihat keberadaan Korban.

Istri dan Ibu Kandung Korban kemudian memutuskan untuk kembali ke Rumah Korban untuk kembali mencari korban di Rumah miliknya, sat memasuki Dapur Ibu Korban melihat korban sudah tidak bernyawa dengan posisi tubuh korban tergantung menggunakan tali di Dapur.

Melihat anaknya sudah tak bernyawa Ibu Korban langsung menangis Histeris dan memanggil sanak keluarga lainnya yang langsung berdatangan ke Rumah korban, sebagian warga lainnya langsung menghubungi pihak Polsek setempat.

Setelah mendapatkan laporan dari warga Kapolsek Rote Barat Laut, Ipda Jems Mbau bersama tim Identifikasi dari Polres Rote Ndao langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian guna melakukan identifikasi dan penanganan lebih lanjut.

Setiba mereka di Lokasi kejadian Posisi mayat masih bergantung, Kapolsek dengan dibantu tim dari Polres Rote Ndao langsung melakukan identifikasi dan mengambil keterangan dari berbagai pihak terutama keluarga yang menemukan mayat korban.

Dari hasil pemeriksaan Keluarga mengaku, sudah hampir dua bulan Korban mengalami sakit susah tidur, korban bahkan sempat menangis pada orang tuanya dan meminta agar mereka biarkan ia mati.

Keluarga terus berupaya untuk memulihkan sakit yang diderita Korban sehingga sehari sebelum ditemukan Tewas korban bersama istrinya sempat menjalani perawatan di Puskesmaa oelaba dan dirujuk ke RSUD Ba’a, namun sampai di Ba’a hasil pemeriksaan dokter tidak menemukan adanya penyakit yang dialami korban sehingga dokter hanya memberikan beberapa resep obat untuk diminum dan korban juga disarankan untuk kembali ke rumah.

Namun sekembalinya di rumah korban merasa tidak nyaman hingga akirnya memutuskan untuk mengakhiri hidup dengan cara gantung diri.

Setelah selesai melakukan identifikasi Korban, keluarga mengaku menerima kematian Korban dan tidak ingin memproses lebih lanjut peristiwa kematian tersebut.

Keluarga menyakini kematian itu murni perbuatan korban sendiri, tanpa ada unsur kriminal yang disebabkan oleh orang lain.

Saat ini jenasa Korban disemayamkan di Rumah milik Korban di Dusun Boni Desa Boni Kecamatan RBL sambil menunggu kesepakatan keluarga untuk dikebumikan. (Hendrik)

share on: