Kampanye Dialogis di Matasio, Cabup Bima Fanggidae Disuguhi Gula Air

 

Rote Ndao, BERITA NTT.com – Kontestasi Pilkada Rote Ndao tahun 2018 ini terbilang sangat jauh berbeda dengan pelaksanaan Pilkada Periode sebelumnya, selain karena para Kontestan yang adalah wajah-wajah baru dalam dunia Politik, ada juga keunikan -keunikan yang dihadirkan oleh para Pendukung dari paslon-paslon tertentu dalam menggambarkan kebahagiaan mereka saat dikunjungi oleh para Paslon yang mereka dukung.

Salah satunya adalah keunikan dalam penyambutan calon Bupati Rote Nfao dari Paket Lontar yakni Bima Theodorianus Fanggidae.

Saat melakukan kunjungan ke Desa Oesuti kecamatan Rote Timur Kabupaten Rote Ndao beberapa waktu lalu, Cabup Bima Fanggidae Disuguhi Gula Air oleh Para pendukungnya.

Saat Disuguhi minuman Kas Rote Ndao tersebut, Bima sapaan akrab Bima Fanggidae langsung menerima dan mnguknya hingga habis.

Yang unik dari prosesi minum Gula Air tersebut adalah, minuman tersebut tak disuguhi menggunakan Gelas Kaca ataupun cangkir berbalut emas, melainkan hanya disuguhi menggunakan alat minum tradisional Kas Rote yang sering digunakan oleh Masyarakat Rote Ndao untuk menyimpan Nira hasil sadapan Pohon Lontar tersebut.

Salah seorang Tokoh Adat Matasio Markus Pena, alasan dilakukan prosesi minum gula air bersama dengan menggunakan wadah (haik) lantaran gula air selain merupakan produk yang di hasilkan dari sadapan pohon lontar tetapi gula air adalah minuman khas orang rote yang selalu di suguhkan bagi setiap orang yang ingin bertamu sehingga gula air yang bersumber dari lontar tidak bisa di hilangkan oleh orang rote.

Ditambahkannya,fakta sejarah membuktikan bahwa setiap bayi yang di lahirkan pada zaman yang dahulu sebelum menikmati air susu ibu (asi),bayi tersebut harus di cicipi gula air baru di susul dengan air susu ibu.ada juga fakta lain bahwa orang rote pada era sebelumnya bisa meyelesaikan pendidikan sampai pada jenjang S1,S2 dan S3 hanya dengan melihat ngandalkan biaya pendidikan dari hasil sadap lontar bahkan tingkat kecerdasannya tak kalah bersaing dengan orang-orang Indonesia bagian barat yang kehidupan mereka sudah lebih dahulu maju

Katakan saja Letnan Jenderal Yulius Henu Hilly,Profesor W.Z.Yohanes, profesor Adrianus Moy dan masih ada tokoh orang rote lainnya yang jadi orang besar tapi pada masa itu mereka hanya mampu ngandalkan gula Air sebagai minuman mereka sehari -hari yang kadang juga berperqn sebagai Makanan

Bima Fanggidae saat dikonfirmasi sebelum melakukan Pertemuan Dialogis dengan Masyarakat Oesuti menjadi mngatakan, Gula Air adalah merupakan minuman Kas Rote yang juga berperan sebagai Makanan bagi Masyarakat Rote Ndao disaat Lapar,

Gula air tersebut hanya bisa dihasilkan dari Pohon Lontar yang banyak tumbuh di Wilayah Kabupaten Rote Ndao yang mana sejak dahulu, nenek moyang orang Rote menggantungkan harapan hidupnya dari Pohon Lontar itu.

Namun sayangnya kearifan lokal yang dimiliki oleh Rote Ndao ini tidak dilestarikan sehingga selama ini tidak menjadi potensi wisata budaya yang dapat menghasilkan uang baik bagi masyarakat secara langsung maupun bagi Daerah melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah

Menurut Bima, keunikan pohon lontar, dan budaya penyadapan sampai dengan tempat penyimpanan Nira yang menjadi tradisi orang Rote yakni menggunakan Daun Lontar itu sendiri atau dalam bahasa sehari – hari biasa disebut Haik merupaka salah satu Obyek wisata Budaya yang harus dikembangkan oleh Pemerintah Daerah sehingga dapat mendatangkan Nilai ekonomis bagi Masyarakat Rote Ndao.

Untuk itu, Bima Fanggidae berjanji akan mengembangkan Potensi Wisata Budaya di Rote Ndao termasuk salah satunya soal budaya sadap Pohon Lontar tersebut.

Selain itu, potensi – potensi wisata lainnya yang ada di Rote Ndao juga akan dikelola secara baik, namun tetap mengedepankan kearifan Lokal dan menggunakan Home Tturism sehingga sektor Pariwisata tidak hanya didominasi oleh Para mereka -mereka yang memiliki banyak uang.

“Kalau kita bicara Pariwisata maka kita harus utamakan dampak dari Pariwisata itu terhadap peningkatan Ekonomi Nasyarakat yang ada disekitar Lokasi Pariwisata tersebut, nah kalau misalkan Kita kembangkan salah satu Objek wisata lalu masyarakatnya tetap menderita yah sebaiknya tidak usah saja, apalagi mengembangkan objek wisata tetapi masyarakat sulit mengakses lokasi wisata yang dikembangkan itu sama saja” kata Bima.

Bima juga mengaku dengan jaringan pengusaha yang ia miliki saat ini, ia akan berusaha untuk mendatangkan investor sebanyak-banyaknya di Rote Ndao sehingga mereka dapat berinvestasi di Daerah ini agar terbuka banyak lapangan pekerjaan sehingga banyak putra -putri Rote Ndao yang bisa dipekerjakan oleh para Investor.

“Kami akan upayakan membuka banyak lapangan pekerjaan di Rote Ndao dan akan ada banyak investor yang akan berinvestasi di Daetah ini, tugas kami nanti adalah mempersiapkan Sumber Daya Manusia kita agar bisa dipakai oleh Para Investor yang menanamkan modalnya di Rote Ndao”, Tambah Bima. (Tim Media)

share on: