KNPI NTT : Bank NTT Bukan Milik Gubernur

Kupang – BERITA NTT.com- KNPI NTT di bawah kepemimpinan Hermanus Boki, melakukan aksi damai di depan halaman kantor OJK Propinsi NTT dan kantor pusat Bank NTT, rabu ( 24/01/2018) terkait pengangkatan serta penetapan kepengurusan Direksi dan komisaris PT. Bank NTT yang Non Prosedural serta keputusan Gubernur untuk memperpanjang masa jabatan Plt. Dirut dan beberapa direksi serta komisaris utama adalah cacat hukum.

Dalam orasinya, ketua KNPI Hermanus Th. Boki mengatakan, PT BPD NTT merupakan Bank milik Rakyat yang pengelolaannya di mandatkan kepada pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kota/kab se-NTT dengan tujuan menghimpun dan menyediakan keuangan untuk mendukung pembangunan di daerah serta sebagai pengerak ekonomi daerah sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat,

Namun harapan yang baik itu harus sirna akibat diduga telah disalahkan gunakan oleh oknum -oknum yang tidak bertanggung jawab dalam hal ini pemegang saham mayoritas PT BPD NTT, Gubernur NTT, dan pemegang saham lainnya.

Oleh sebab itu lebih lanjut Hermanus Boki menyampaikan bahwa keputusan Gubernur NTT Nomer 333/kep/HK/2017 tentang perpanjangan sementara masa jabatan dewan komisaris dan direksi PT. BPD NTT dan keputusan Gubernur NTT nomor 334/kep/HK/2017tentang penunjukan Eduardus Bria Seran, SE sebagai Plt. Direktur utama adalah suatu perbuatan melawan hukum yang di lakukan secara sah, sadar, tau, serta bertentangan dengan pasal 91dan pasal 94 UU RI nomor 44 tahun 2007 tentang perseroan terbatas.

Pada kesempatan itu juga ketua DPD KNPI NTT itu menuntut OJK RI perwakilan NTT segera mencabut kembali surat yang bersifat rahasia tersebut. Serta meminta OJK RI melakukan evaluasi dan pemeriksaan terhadap kinerja OJK RI perwakilan NTT yang di duga tidak profesional dan bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang – undangan yang berlaku.

Selanjutnya Hermanus Boki bersama pengurus knpi lainya melanjutkan orasinya di halaman kantor bank NTT dengan menyampaikan aspirasinya menuntut agar semua pemegang saham dengan tegas menolak melegitimasi semua keputusan Gubernur dalam RUPS LB Bank NTT yang akan di laksanakan kamis, (25/01/2018) karena cacat hukum.

Dikatakan pula. Gubernur NTT bukan pemegang saham utama di Bank NTT dan juga Bank NTT bukan milik Gubernur NTT namun milik masyarakat NTT oleh sebab itu keputusan Gubernur adalah cacat hukum.

Aksi damai yang di lakukan di depan kantor Bank NTT tersebut berunjuk kisruh dikarenakan negosiasi yang dilakukan oleh KNPI dan pihak Bank NTT belum ada kesepakatan, dimana pihak pendemo dalam hal ini KNPI meminta untuk bisa berdialog dengan direksi Bank NTT namun tidak ada yang bisa memberikan jawaban dan tidak memberikan kesempatan untuk pihak KNPI dapat masuk ke kantor Bank NTT.  (winda)

share on: