Bendungan Mbambilasadale Merenggut Nyawa Seorang Pelajar

Rote Ndao, BERITA NTT.com – Berniat mengunjungi kedua Orang Tuannya di Kota Ba’.a Kabupaten Rote Ndao, Rino Dilak justru harus pergi untuk selamanya, perjalanan Hidup Rino yang baru beranjak remaja harus terhenti setelah ia bersama rekannya bermain di Bendungan Mbambilasadale, salah satu Bendungan yang dibangun pemerintah Pada Tahun 2015 lalu guna melestarikan Sumber Air Oemau

Informasi yang diperoleh ditempat kejadian, Sekitar pukul 16. 30 wita korban  atas nama RINO DILLAK, (14), dan keempat rekannya masing-masing Ando Ndun, Anjelo Abur, Aril Bulan dan Adi Nambur berangkat menuju ke Bendungan / Cek Dam Maumbila Sadale, Lingkungan Nusak Lain, Rt. 022, Rw. 006, kelurahan Mokdale, Kecamatan Lobalain untuk bermain.

Sesampainya di TKP, korban yang sebelumnya telah melakukan komunikasi dengan rekan-rekannya bahwa dirinya tidak dapat berenang, kemudian menceburkan dirinya kedalam air.

Melihat korban dengan keadaan meronta dan meminta pertolongan, kemudian rekannya Anjelo Abur kemudian mencoba menyelamatkan korban namun dengan kondisi air yang kabur dan berlumpur, korban tak dapat ditolong.

“saya sempat bantu, saya Tarik dia keatas tetapi, semacam kea da yang Tarik dari dalam makanya saya juga ikut tenggelam tapi akiranya saya lepas tangan Rino dan saya menyelamatkan diri kearah pinggir” Ungkap Anjelo

Karena keadaan tak memungkinkan, rekan korban yang lainnya yakni Ando Ndun langsung berlari dan menyampaikan peristiwa tersebut kepada ayahnya Johanis Ndun yang kemudian datang ke TKP bersama Enus Manafe serta Brigpol Marsel Henukh dan langsung berupaya melakukan penyelaman serta pencarian korban di lokasi.

Namun Karena kondisi air keruh  dan arus air yang deras, usaha penyelaman guna menemukan korban oleh beberapa warga yang datang dan mencoba menolong tidak membuahkan hasil.

Korban baru Dapat ditemukan sekitar Pukul 17.18 wita setelah Son Mandala dating dan langsung melakukan penyelaman guna mencari Korban, seleang beberapa saat kemudian Son Mandala muncul kepermukaan dengan menggotong korban

Dengan dibantu Brigpol Marsel Henukh, warga yang ada di lokasi kejadian sempat berupaya memberikan pertolongan pertama, namun Kondisi korban tetap tidak berubah, hingga akirnya warga bersama pihak Kepolisisan yang diterjunkan kelokasi langsung mengefakuasi korban ke Rumas Sakit Umum Daerah Ba’a

Namun sayang meskipun Dokter dan perawat begitu sigap melakukan penanganan medis tetapi tetap Nyawa Korban tak terselamatkan,

Ayah Korban Polce Dilak yang ditemui di Rumah sakit setempat cukup tegar menghadapi peristiwa terseut, ia hanya berpasrah pada kehendak Tuhan, “mungkin ini hadiah natal dari Tuhan untuk saya dan Istri” Ungkapnya Pasrah

Namun hal berbeda justru terjadi pada Ibunda Rino, sejak mendengan informasi bahwa anaknya tenggelam, Ibunda Rino tak pernah berhenti menangis,

Tangisan Ibunda Rino bertamba Histeris tatkala Tubuh Rino dikeluarkan dari dalam Bendung  untunk dievakuasi ke Rumah Sakit, bahkan diatas Mobil saat ke Rumah Sakit Ibunda Rino tak pernah berhenti tangisi anaknya

Diselah-selah kesedihannya, Ibunda Rino masih sempat yakin bahwa Tuhan pasti akan menunjukkan Mukjizatnya, namun sayang Tuhan lebih memilih untuk mengambil kembali Kepunyaannya (Hendrik)

share on: