Aparat Kembali gagalkan Penyeludupan 5,6 Ton BBM Ilegal Ke Negara Timor Leste

Belu, BERITA NTT.com, – Sebanyak 5,6 Ton Bahan Bahan Bakar Minyak Ilegal berjenis Minyak Tanah berhasil diamnakan pihak Bea Cukai dan Aparat Reskrim Polres Belu di Desa Motaain Pintu Perbatasan Indonesia dan Negara Timor Leste

Penangkapan itu terjadi karena adanya kecurigaan aparat kepolsian dan petugas bea cukai yang bertugas di pintu perbatasan yang melihat sebuah truck bermuatan penuh berisikan sembako dibungkus dengan terpal dengan rapi melintasi jalur perbatasan.

Petugaspun kemudian langaung menahan dan memeriksa kendaraan tersebut, meskipun sempat mendapatkan penolakan dari sopir truk namun petugas tetap bersih keras melakukan pemeriksaan dan  membongkar isi truck tersebut hingga akhirnya mendapatkan 28 Drum Minyak Tanah yang disembunyikan diantara tumpukan sembako.

setelah melakukan pemeriksaan surat-surat ternyata pengangkutan BBM tersebut tidak memiliki surat-surat resmi sehingga untuk kepentingan penyelidikan polisi mengamankan truck yang berisi sembako bersama 28 drum bahan bakar minyak ilegal kepolres kabupaten Belu,  sementara sopir truck yang mengangkut barang ilegal tersebut masih diambil ketengan lebih lanjut

Kapolres  Belu  AKBP Dewa Putu Gede Artha mengatakan  sebelum penahanan BBM Ilegal tersebut Pihakya  menerima laporan dari warga tentang adanya aksi penyelundupan barang ilegal dengan menggunakan jasa pengiriman barang sembako melalui Pintu Perbatasan Motaain

Setelah mendapat laporan tersebut pihak nya langsung berkoordinasi dengan pihak bea cukai untuk  melakukan pemeriksaan kendaraan yang melintasi perbatasan, meskipun sempat mendpat penolakan dari para pelaku pihak aparat ini terus  melakukan pemeriksaan dan di dapatkan 28 drum yang berisikan bahan bakar minyak tanah.

Aksi penyelundupan barang ilegal yang terjadi di perbatasan Indonesia dan Timor Leste terus mengalami peningkatan, meskipun sudah digagalkan berulang-ulang namun pelaku tidak pernah takut untuk melakukan penyeludupan secara terus-menerus, hal ini terjadi karena para penyelundup mendapatkan keuntungan yang menggiurkan.

Pihak TNI dan aparat kepolisian maupun bea cukai di perbatasan  diharapkan agar tegas dalam memberikan sangsi sehingga aksi penyeludupan barang ilegal ke negara timor leste bisa diminimalisir.(Ck) 

share on: