Pupuk Kaltim dan CV. Duta Sentosa diduga “Main Mata” Soal Harga pupuk

Rote Ndao, BERITA NTT.com  – PT. Pupuk Kaltim Sebagai Produsen Pupuk untuk wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga telah “bermain Mata” dengan CV. Duta Sentosa dalam melakukan distribusi pupuk ke wilayah Kabupaten Rote Ndao.

Bagaimana tidak hingga saat ini Duta Sentosa sebagai Perusahaan yang ditunjuk oleh Pupuk Kaltim sebagai Distributor tunggal pupuk ke Kabupaten Rote Ndao belum menyerahkan daftar nama Pengecer kepada Dinas Pertanian Kabupaten Rote Ndao.

Akibat Belum Adanya Nama pengecer tersebut pihak Dinas pertanian dan Perkebunan Kabupaten Rote Ndao bersama Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) tidak bisa memonitor peredaran pupuk di Rote Ndao.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Rote Ndao Ir. Stefanus Saek, M.Si, Surat penunjukkan CV. Duta Sentosa sebagai Distributor baru diterima pihak dinas pada Hari sabtu pekan lalu, sementara dalam surat tersebut dikatakan bahwa penunjukkan CV. Duta Sentosa dilakukan sejak Bulan November 2015 lalu.

Berdasarkan aturan setelah sala satu perusahaan ditunjuk sebagai distributor maka perusahaan tersebut harus segera melaporkan nama –nama pengecer ke pihak dinas Pertanian agar dapat dilakukan pengawasan terkait dengan penyaluran pupuknya, namun hingga saat ini belum ada laporan dari distributor sehingga pihak Dinas belum mengetahui soal peredaran pupuk di masyarakat.

Masih menurut Saek informasi yang mereka dapatkan dari masyarakat bahwa pupuk selama ini dijual ke masyarakat dengan harga yang fariatif yakni antara 110 ribu – 150 ribu, dengan rincian Urea dari Harga HET 90 Ribu namun kenyataannya dijual berkisar antara 110 -150 ribu/karung, namun pihak dinas tidak bis berbuat apa-apa mengingat belum adanya nama-nama pengecer yang dtetapkan oleh distributor.

“KP3 tidak bisa melakukan pengawasan karena belum ada nama –nama pengecer jadi KP3 mau mengawasi sisapa? Dan soal penyaluran pupuk yang dilakukan selama ini itu kita anggap ilegal” ungkap Stef Saek.

Sebagai langkah antisispasi agar tidak lagi terjadi kelangkaan Pupuk di rote Ndao pemerintah telah menyurati Pupuk Kaltim agar menunjuk Perusahaan yang ada di Rote sebagai distributor pupuk sehingga mudah dalam pengawasannya.

Rata- rata Padi di rote sudah mulai ditanam sejak Bulan November tahun 2015 dan secara teknis padi itu dua minggu setelah ditanam harus dilakukan pemupukan namun hingga saat ini belum ada data pengecer yang disampaikan oleh Distributor (Hen)

share on: